Spoiler: Penjelasan Akhir Film A Thursday Tayang Di Disney+ Hotstar

Spoiler: Penjelasan Akhir Film A Thursday Tayang Di Disney+ Hotstar

A Thursday karya Behzada Khambata adalah film India thriller yang dibuat berdasarkan alur A Wednesday karya Neeraj Pandey. Dibintangi Yami Gautam Dhar sebagai pemeran utama, film ini bercerita tentang seorang guru sekolah bermain/PAUD, Naina yang menyandera 16 anak didiknya dan mengancam polisi dengan tuntutan yang terasa aneh pada awalnya. Tetapi tentu saja seiring berjalannya durasi, tuntutan itu menjadi masuk akal. 

Film ini juga dibintangi oleh Atul Kulkarni dan Neha Dhupia sebagai polisi yang terlibat dalam proses negosiasi, Karanvir Sharma berperan sebagai tunangan Naina yang malang dan Dimple Kapadia sebagai Perdana Menteri India. A Thursday sedang streaming di Disney+ Hotstar.

Karena A Thursday bekerja sebagai penerus A Wednesday dan karena pemeran utama dimainkan oleh Yami Gautam, tidak sulit untuk menebak jalannya cerita meskipun metode kriminalnya memanfaatkan anak kecil sebagai sandera. Review film A Thursday bisa dibaca disini.

Sebelum kami melanjutkan tentang penjelasan akhir dari film thriller Hotstar ini, kami peringatkan, artikel ini mengandung banyak SPOILERS.

Trauma Naina

Dari kilas balik singkat dan antara penyelidikan Javed Khan, kita mengetahui bahwa Naina telah diperkosa saat remaja di bus sekolahnya. Meskipun telah bertahun-tahun berlalu, rasa sakit dari insiden mengerikan itu tidak hilang. Terutama hidup dengan kenyataan bahwa dia tidak bisa mendapatkan keadilan atas apa yang terjadi padanya. 

Polisi tidak terlalu tertarik untuk memecahkan kasus ini, meskipun dia menyebutkan pelakunya, inspektur Javed Khan (Atul Kulkarni) yang masih muda tetap tidak tertarik memimpin penyelidikan saat itu. Naina kehilangan ayahnya dan dia sendiri menderita depresi akibat trauma. Hingga akhirnya dia bisa keluar dari trauma setelah bertahun-tahun perawatan.

A Thursday Tayang Di Disney+ Hotstar

Meskipun dia senang dengan kehidupannya sekarang dengan pekerjaan baru dan tunangannya, bekas lukanya masih tersisa saat dia mengatakan kepada PM bahwa ketika dia sedang dipeluk pacarnya, hal itu membuatnya merasa kotor. 

Bekas luka itu sekali lagi terasa semakin dalam ketika kengerian masa lalunya tiba-tiba mengunjunginya kembali secara tak terduga. Karena hal ini, Naina harus kembali terjerumus ke dalam penggunaan antidepresan. 

Dalam tiga minggu berikutnya, dia memutuskan untuk mencari keadilan bagi dirinya sendiri, menciptakan drama penyanderaan yang meyakinkan untuk mendapatkan perhatian atas misi dan agenda balas-dendamnya. Sementara pemerkosanya dihukum atas apa yang mereka lakukan. Naina tidak sengaja menyakiti anak-anak.

Tonton Trailernya :

PS: Jika seseorang 'terbunuh' dan mayatnya tidak pernah ditampilkan, jangan percaya 99%!


Tiga Tuntutan

Selama drama penyanderaan, Naina telah membuat tiga tuntutan pada polisi. Satu, transfer uang Rs 50 crore ke rekeningnya. Kedua, temukan dua orang untuknya. Dan ketiga, buat dia berbicara langsung dengan PM. 

Di akhir cerita, kita menyadari mengapa dia meminta tuntutan itu. Misi Naina tidak hanya untuk mendapatkan keadilan bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang selamat lainnya yang mengalami trauma seperti dia. Rs 50 crore adalah untuk LSM yang merawat korban pemerkosaan, yang dia minta langsung kepada PM untuk mentransfer uangnya.

Kedua, mendapatkan pelaku kejahatan keji  untuk diproses di depan hukum. Dia meminta polisi untuk menangkap pembersih bus itu, yang membantu pemerkosa dalam melakukan aksinya. Polisi tidak bisa menangkap pelaku utama saat itu, karena dia sudah berada dalam cengkeraman Naina. Pelaku utama adalah sopir baru dari salah satu anak PAUD-nya, yang ulang tahunnya dia rayakan hari itu. 

Kemunculannya kembali tiga minggu lalu, meskipun dia tidak mengenalinya, memicu ingatan traumatis bagi Naina. Hal itu membuatnya harus mengambil cuti empat minggu untuk mengatasi kondisi mentalnya yang sedang rapuh. 

Naina kembali seminggu lebih awal, sehingga dia akhirnya bisa mencari keadilan untuk dirinya sendiri. Dia menggunakan hari ulang tahun bocah itu agar sopir itu membawa kue ulang tahun ke sekolah. Tujuannya jelas, agar si pelaku bisa dijadikan sandera. 

Berbeda dengan rekan pelaku, penangkapan sopir itu telah direncanakan. Naina ingin dia mengakui kejahatannya di depan Javed Khan dan PM. Tapi akhirnya Naina menembaknya setelah si pelaku itu mencoba terlebih dulu menembak Naina menggunakan pistol Javed Khan. 

Pada narasi sebelumnya, dijelaskan bahwa pistol Javed Khan macet. Karena itu si pelaku gagal melakukan aksinya. Alih-alih bertobat, dia justru ingin membunuh Naina. 

Saya tidak percaya Naina bermaksud membunuh sopir itu, jika dia tidak mencoba menembaknya terlebih dahulu. Hal ini mempertegas bahwa dia/sopir itu adalah benar pelaku pemerkosaan. 

Karena aksi penyanderaan dan pembunuhan itu, Naina masuk penjara. Akan tetapi publik dan media tahu, Naina bukanlah seorang penjahat. 

Permintaan Ketiga dan Mengapa Itu Tidak Masuk Akal

Alasan mengapa Naina ingin berbicara dengan PM adalah untuk mengajukan proposal Hukuman Mati bagi pemerkosa. Dia sangat yakin bahwa hukuman mati dapat menurunkan perkosaan di negara ini. Saya bisa mengerti mengapa dia berpikir seperti itu, dan juga mengapa pembuat film memilih untuk mendukung sentimen populis seperti itu. 

Apakah hukuman mati layak menjadi bagian dari demokrasi atau tidak, hal ini adalah pertanyaan untuk diskusi lain. 

Tapi dengan apa yang A Thursday coba sampaikan, ada kesalahan besar dalam argumennya ini. 

Naina tidak pernah mendapatkan keadilan yang pantas dia dapatkan bukan karena tidak adanya hukuman mati. Hukuman bagi tindak kejahatan seksual telah ada, akan tetapi proses penyelidikan kasus yang salah hingga keadilan itu tidak didapatkan Naina. Polisi yang menyelidiki serangan seksual Naina tidak pernah benar-benar menyelidiki kasus itu, atau menangkap pelakunya, meskipun ada pernyataan langsung dari korban. Proses inilah yang sebenarnya membunuh keadilan. 

Meskipun ada hukuman mati di banyak negara, ancaman kematian tidak pernah menjadi penghalang untuk seseorang dalam melakukan kejahatan. Usulan hukuman mati yang disampaikan Naina bukanlah murni dari pribadinya, tapi saya melihatnya sebagai agenda dari penulis cerita film ini.

Penutup

A Thursday memiliki cerita yang memikat dan emosi di tempat yang tepat, akan tetapi akhir ceritanya hanyalah imajinasi dari masyarakat yang menginginkan keadilan. Untuk kasus Naina, Keadilan itu bisa dicapai jika proses penyelidikan, penyidikan, hingga pengadilan telah dilaksanakan dengan benar.

Jadi, apa pendapat Anda tentang A Thursday? Silahkan tulis di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Spoiler: Penjelasan Akhir Film A Thursday Tayang Di Disney+ Hotstar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca semua. Jika ada hal yang ingin didiskusikan, silahkan tulis di dalam kolom komentar di bawah ini.

Apabila Anda menyukai artikel ini, silahkan klik tombol share yang ada di atas artikel ini. Anda juga bisa membaca artikel , sinopsis film India, atau gosip selebriti terbaru, semua hal tentang film India ada di halaman www.filmindia.my.id ini. Anda juga bisa menyaksikan film India Terbaru Subtitle Bahasa Indonesia disini.

Terima kasih telah berkunjung di halaman ini.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url