Review Film Dhadak (2018)


Kekuatan Dhadak terletak pada kesegaran dan kepolosannya. Film ini menyajikan wajah-wajah baru Ishaan dan Janhvi dalam mendukung narasinya. Seperti inspirasi film aslinya, Sairat Nagraj Manjule, cinta yang mencoba bertahan dari kejamnya dunia politik dan tekanan sosial. Film ini mengikuti sebagian besar template aslinya, Sairat.

Bersetting di Udaipur, cerita dimulai dengan kisah cinta sepasang muda-mudi yang bersemi di tengah-tengah politik dan sistem kasta yang dominan. Parthavi (Janhvi) adalah putri seorang politisi lokal Ratan Singh (Ashutosh Rana), sementara Madhukar (Ishaan) adalah putra seorang pemilik restoran yang berasal dari strata ekonomi yang lebih rendah.

Madhu dan Parthavi jatuh cinta, dan ketika keluarganya yang berpengaruh mengetahuinya, mereka berusaha menghancurkan para pecinta itu. Pasangan muda yang bersemangat ini mencoba untuk kawin lari. Film ini pun bergerak dari Udaipur ke Mumbai lalu ke Kolkata. Selanjutnya bisa disaksikan langsung di bioskop.

Shashank Khaitan mencoba keluar dari 'Dulhania' untuk pertama kalinya. Namun, film ketiganya ini memiliki banyak kesamaan visual dengan film-film sebelumnya.

Ishaan memiliki energi dan semangat seorang pendatang baru, namun penampilannya sudah seperti aktor yang berpengalaman. Dia sangat sempurna dalam adegan-adegan dramatis. binar-binar matanya mampu menjaga agar kisah cinta ini tetap hidup dan polos.


Janhvi terlihat berseri-seri dan cantik. Yah, dia memang sedikit kaku jika dibandingkan dengan lawan mainnya, terutama dalam adegan dramatis yang menuntut kinerja akting yang kuat. Mengingat Ini adalah film pertamanya, jadi kekakuannya masih bisa ditoleransi. Sebuah awal yang bagus untuk seorang pemula.

Director : Shashank Khaitan
Cast : Ishaan Khatter, Janhvi Kapoor
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url