Review Film: Minnal Murali, Superhero Dengan Kearifan Lokal Malayalam

Genre superhero adalah genre yang memiliki penggemar cukup luas di seluruh dunia. Ada begitu banyak komik dan film berdasarkan kisah seorang superhero. Kita sudah menyaksikan semesta sinematik Marvel dan DC dari Hollywood. Namun, di India, genre tersebut belum sepenuhnya dieksplorasi. 

Beberapa film superhero pernah dibuat oleg sineas India. Sebut saja Krrish, G. One, atau Flying Jatt. Ketiga judul ini adalah produksi Bollywood.

Sekarang saatnya kita memberi ruang bagi Minnal Murali, pahlawan super dari Malayalam. Seperti apa?

Sinopsis Film Minnal Murali

Jaison (Tovino Thomas), seorang penjahit di desa terpencil yang ingin mewujudkan impiannya untuk bekerja di Amerika. Saat dia sedang sibuk mengurus dokumen, dia pun sedang berjuang  untuk nendapatkan cintanya; Bincy.

Di sebuah malam Natal, Jaison ingin menggagalkan rencana pertunangan Bincy dengan Anthony. Rencana Jaison berhasil digagalkan oleh ayah Bincy yang seorang polisi.

Jason dihajar hingga babak belur. Dalam keterpurukannya, mendadak Jaison disambar petir.  

Di sisi lain, ada Shibu (Guru Somasundaram), seorang pria asli Tamil yang bekerja di warung teh. Masyarakat di sekitar menganggapnya tidak waras. Shibu sangat merindukan cintanya yang hilang. Di malam Natal itu, Shibu yang sedang menyendiri di danau, juga tersambar petir.

Alih-alih mati, Jaison dan Shibu justru mendapatkan sebuah kekuatan super. Kekuatan ini tidak serta merta disadari oleh keduanya. Namun, beberapa kejadian aneh dan lucu, pada akhirnya membuat mereka sadar bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi dalam dirinya setelah disambar petir. 

Dalam 148 menit durasinya, kita akan menyaksikan bagaimana Jaison dan Shibu memahami kekuatannya, dan bagaimana mereka menggunakannya. Dua orang pria biasa yang berubah menjadi superhero, berjuang mengatasi permasalahan dalam kehidupan pribadinya masing-masing.  Saksikan Minnal Murali, tayang perdana pada 24 Desember 2021 di Netflix. 


Review Film Minnal Murali

Naskah

Penulis Minnal Murali; Arun dan Justin menunjukkan kepada kita apa yang mungkin terjadi ketika seseorang secara tak terduga dianugerahi sebuah kekuatan super. Kekuatan itu tidak selalu merupakan pengalaman yang menyenangkan. 

Awalnya, Jaison mengalami rasa sakit dan kebingungan. Penonton akan menyaksikan saat Jaison menyadari perubahan yang dia alami. Kita juga akan tahu perjuangan Jaison untuk mengendalikan diri. Bahkan  kita juga akan menyaksikan latihan Jaison untuk menggunakan kekuatan super.

Momen-momen itu adalah bagian terlucu dari Minnal Murali. Sangat mengasyikkan ketika menyaksikan kepolosan orang kampung yang mendadak sakti itu.

Sutradara

Basil Joseph sebagai sutradara juga menyematkan rasa cinta dan kerinduan, selain tema superhero. Terlepas dari kekuatannya, Joseph terus-menerus mengingatkan penonton bahwa superheri kita adalah manusia biasa dengan emosi dan kesulitan yang luar biasa. 

Pendekatan emosi dan dramatisasi film ini berhasil membuat Minnal Murali tampak menjadi bukan film superhero biasa. Bahkan, di momen-momen inilah penulisan, eksekusi, dan aktingnya terasa bersinar.

Kamera

Berbicara superhero, pasti tak lepas dari aksi/pertarungan. Sameer Thahir berhasil dengan rapi menangkap adegan-adegan ini. Jaison mengenakan penutup wajah dari sarung untuk pertama kalinya saat dia beraksi. Persis seperti gambaran maling ayam di kampung. Jaison berhasil mengalahkan beberapa polisi. 

Pergerakan kamera dan pencahayaan dalam adegan itu luar biasa. Semuanya terjadi begitu cepat, tapi kamera Thahir tidak goyang sedikitpun.

Peran

Tovino Thomas benar-benar menyenangkan sebagai Jaison alias Minnal Murali. Dia lugu, emosional, juga kacau. Dia tidak membutuhkan tubuh yang berotot atau mata yang menggetarkan untuk meyakinkan kita bahwa dia adalah seorang pahlawan super. Baik itu adegan sedih atau dramatis, lucu atau adegan aksi, Tovino telah memberikan penampilan terbaiknya. 

Peran Guru Somasundaram sebagai Shibu, musuh sang superhero sangat luar biasa. Aktor ini berhasil menampilkan banyak emosi di layar. Sebagai penonton, kita tidak akan benar-benar membencinya. Motif dari tindakannya sebagai villain bisa dimaklumi andai penonton ada di posisinya. 

Peran lain yang menonjol adala keponakan Jaison, yaitu Josemon. Anak kecil ini diperankan dengan baik oleh aktor cilik Vasisht Umesh. Dia memiliki banyak adegan lucu yang akan membuat Anda tertawa. 

Penutup

Secara keseluruhan, Minnal Murali layak untuk ditonton. Itu membuat Anda tersenyum, tertawa, menangis, dan pastinya akan menghibur Anda di sepanjang durasinya. Sangat menarik untuk melihat bagaimana seorang pria dengan impian Amerika bisa mewujudkan  biasa di pelosok desa, yang mimpinya ingin ke Amerika – kini menjadi pahlawan super. 

Minnal Murali tidak muluk-muluk untuk bisa menyelamatkan dunia, dia hanya ingin desanya aman dari segala ancaman bahaya.

Film India berjudul Minnal Murali tayang di Netflix mulai 24 Desember.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url