Review Film: Helmet, Komedi Kondom Yang Tidak Vulgar

Setelah Toilet: Ek Prem Katha (2016) dan Padman (2017), satu lagi film India yang membahas tentang 'sesuatu' hal yang tabu untuk diperbincangkan. Kali ini film India menghadirkan sebuah film bertema tentang 'kondom.' — FilmIndia

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang masih jarang digunakan di India. Hal itu terjadi karena kondom masih dianggap sangat mengganggu kenyamanan ritual kamasutra bagi sebagian besar masyarakat India. Bahkan, dalam data statistik yang dihimpun pembuat filmnya, lebih dari 86% pasangan di India enggan menggunakan kondom. Tak heran jika tingkat pertumbuhan penduduk di India sangat tinggi.

Poster film Helmet

Film Helmet tayang di jaringan digital Zee5 sejak tanggal 3 September 2021. Melalui film berjudul Helmet ini, sutradara dan penulisnya berharap bisa memberikan edukasi yang tepat tentang kondom bagi masyarakat India dengan cara komedi. 

Cerita Film Helmet

Helmet dibuka dengan komentar tentang ledakan populasi India yang menyamakan pertumbuhannya dengan peningkatan follower akun Instagram seorang gadis cantik. Tak lama kemudian, kita melihat bagaimana sekelompok relawan NAAP akhirnya dipukuli habis-habisan oleh masyarakat ketika mereka mencoba melakukan survei tentang penggunaan kondom di kawasan Raaj Nagar.

Selanjutnya kita akan diperkenalkan dengan Lucky (Aparshakti Khurana), bersama Minus, dan Sultan, anggota band spesialis acara pesta pernikahan. 

Lucky memiliki pacar yaitu Rupali (Pranutan Bahl). Mereka ingin segera menikah. Namun seperti film India pada umumnya, ayah Rupali (Ashish Vidyarthi) menentang rencana itu karena Lucky adalah seorang yatim piatu dan miskin. 

Lucky ingin mendirikan band sendiri agar bisa mengumpulkan uang untuk melamar Rupali. Sayangnya, usaha itu gagal.

Putus asa untuk mendapatkan uang dengan cepat, Lucky membuat rencana bersama sahabatnya Sultan (Abhishek Banerjee) —seorang peternak ayam yang gagal, dan Minus (Ashish Verma) —sahabat Lucky yang budek dan O'on. Mereka bertiga akan merampok truk ekspedisi yang penuh muatan ponsel mahal. 

Betapa kecewanya mereka ketika mengetahui bahwa barang yang mereka rampok ternyata berisi paket kondom dalam berbagai jenis dan rasa, bukan gadget elektronik seperti bayangan mereka. Lucky harus memutar otak bagaimana caranya agar kondom-kondom itu bisa menghasilkan uang. Lucky, Sultan, Minus dan Rupali bersatu sekaligus bersaing dalam usahanya menjual kondom.

Film bollywood berjudul Helmet ini berdurasi 1 jam 44 menit tayang di jaringan Zee5 mulai 3 September 2021.

Review Film Helmet

Sebagai penonton, saya cukup bisa menikmati alur dan cerita film ini. Sesekali saya tertawa melihat adegan lucunya. Terutama saat 3 tokoh utama mulai beraksi menjual kondom. Ada saja cara mereka berjualan. Beberapa adegan sangat relevan dengan kondisi di Indonesia, dan itulah yang membuat saya terpingkal-pingkal. Ternyata, untuk tertawa hanya butuh kesederhanaan yang terjadi di sekitar kita.

Satram Ramani yang memiliki pengalaman sebagai asisten sutradara pada film Freaky Ali, Jai Ho, dan Ramaiya Vastavaiya kali ini dia mencoba peruntungannya dengan menjadi sutradara dalam film Helmet. Dia mencoba mengangkat tema yang sebenarnya sangat tabu untuk diperbincangkan di dalam masyarakat India.

Aparshakti Khurana dan Pranutan Bahl

Aparshakti Khurana sepertinya sedang mengikuti jejak kakaknya, Ayushmann Khurrana yang suka dengan naskah film unik bahkan tabu. Aparshakti pernah berperan sebagai pendukung dalam film Dangal, Stree, Luka Chhupi. Dalam penampilannya itu, dia berhasil memerankan dengan baik naskah yang diberikan kepadanya. Kini dia mendapatkan kesempatan menjadi peran utama sebagai Lucky. Seperti biasanya, dia bagus. Ekspresi sange, sedih, marah, dan berbagai emosi lainnya berhasil dia perankan dengan cukup baik. 

Pranutan Bahl sebagai Rupali, -love interest tokoh utama, tak banyak yang bisa dia lakukan. Emosi sedihnya tak benar-benar bisa saya dapatkan. Perannya juga tak banyak, hanya diperlukan untuk menggerakkan jalan cerita.

Abhishek Banerjee sebagai Sultan, -peternak ayam yang gagal dan diburu rentenir. Dia berhasil melucu pada beberapa bagian. Dialog-dialognya juga ada yang berhasil membuat saya tertawa. Apalagi saat dia mulai beraksi menjual kondom.

Trio Lucky, Sultan, dan Minus dalam film Helmet

Tapi, yang paling lucu justru ada pada Ashish Verma sebagai Minus. Sahabat Lucky yang paling bloon dan budek. Kehadirannya selalu sukses membuat saya tertawa. Sayangnya, latar belakang tokoh Minus tak banyak diulas.

Kelemehan utama film Helmet ini ada pada naskahnya. Apa yang dibangun pada interval utama sudah cukup berhasil membangun fondasi cerita dan kelucuan. Sayangnya, paruh kedua diakhiri dengan sangat terburu-buru. Pesan moral yang ingin disampaikan terasa terlalu dibuat-buat dan terkesan menggurui. 

Penutup

Sebagai sebuah usaha untuk membicarakan sesuatu yang 'tabu', Helmet terlalu memaksakan diri untuk menyampaikan maksudnya. Namun sebagai sebuah film hiburan, Helmet masih mampu membuat penonton tertawa. Atau setidaknya tersenyum.

Film komedi India berjudul Helmet tayang di jaringan Zee5 mulai 3 September 2021. 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url