Review Film: Mimi, Spiritual Makna Ibu Bikin Nurani Adem

FilmIndia.my.id --Nyeruput movie (Bollywood) yang ini ndak kalah suegerrr dengan film 'Playing God' yang bertabur imun batiniah semriwing, melebihi air terjun pegunungan tempo hari. Lah tokoh utama ceweknya (Mbak di gambar bawah ini) saja wis amboooy... 


Hayooo stop berkhayal anu. Nehi nehi soal physicly doang. Tapi lebih pada karakternya yang berjingkrak uasyik selama durasinya. Wabilkhusus etape menjelma seorang Ibu, mayan detail berikut segala tantangan: fisik maupun psikologis, hingga terbuntal makna spiritual bikin nurani suemriwing pol. 

Film bertitel 'Mimi', genre drama-komedi rilisan 2021 ini, juga kental pesan moral. Semisal kesederhanaan menikmati hidup semanis-getir apapun, cara pandang simpel, dll ala wong ndeso yang justru cermin ketangguhan. Seiring lekuk-lekuk zaman. Tentang kesetiakawanan yang lumer, pas beda keyakinan sekalipun. 

DI MOVIE INI, sahabat tuh membopong temannya pas terseok-seok. Bukan pas ada maunya doang. Sohib tuh saling menguatkan, bukan menjatuhkan kawannya. Racikan komedinya juga lebih kocak, lewat dialog lugas makjleb. Semua itu terseduh dengan sentuhan kekeluargaan meski tanpa ikatan darah, serta di balik Rencana-Nya yang serasa permainan, tentu ada hikmah. 

 * * * 

Pikiran jadi bugar ngunyah celoteh tentang filosofis profesi sopir (taksi) di movie ini. Mata ikut menghangat pas sang nenek tetap menerima si Mbak penuh kasih sayang. Pas gadis berambut rada gimbal seksi ini berbadan dua. Serta fragmen-fragmen lain. Berlatar kritik sosial atas eksploitasi terhadap kaum perempuan (di satu pelosok India) termasuk praktik surogasi, kisah ini dimulai dari guliran dua sisi kehidupan poro pemerannya. 

Di satu pihak, pasutri bule (si istri fasih cas-cis-cus bahasa India) yang ndak kunjung dikaruniai momongan. Lah mereka wis berumah-tangga luama. Mereka sedang kelimpungan mencari perempuan muda, bersyarat kesehatan raga-jiwa jooos berdasar pemeriksaan medis, hingga laik dikontrak untuk calon ibu yang akan mengandung janin mereka lewat program surogasi (bayi tabung). 

Di pihak lain, gadis kampung mengejar mimpi dunia Bollywood yang memesona. Ia rela mrotol kuliah lalu menggeluti kesenian (tari). Tampaknya mewarisi bakat seni ayahnya selaku penggiat seni kelas pinggiran. Nah, ia beroleh fulus rupee kalau ada job manggung, berduet dengan sinden, sahabatnya sendiri. Fee yang aselinya juga ndak seberapa ia kumpulkan, demi ongkos meraih impiannya. Itu pun masih juauh dari nominal biaya yang dibrandol lelaki perantara, layaknya agensi pengorbit artis. Mbak ini aktif main Facebook pulak, media agar dirinya semakin dikenal luas sebagai dancer. 

 * * * 

Eh gadis yang rajin datang ke kuil ini, bertemu juga dengan pasutri bule tadi. Setelah Oom sopir taksi pengantar mereka keliling, mengajak nonton aksi panggung si Mbak (diawali fragmen sela yang bikin cekikikan, apa itu? tebak sendiri 😂🤭). Om dan tante bule pun langsung kepincut. Sang sopir taksi ikut tancep gas melakukan persuasi. Apalagi terbayang iming-iming kompensasi menggiurkan. Mbak ini ndak langsung iyes. Oom sopir taksi yang ternyata wis beristri itu, ogah dibikin keok gitu aja dan terus membujuknya. 

Usai si Mbak menimbang-nimbang sejumlah hal dan ngobrol kritis bareng sohib ceweknya yang muslimah (juga ndak langsung sepakat), akhirnya okelah kalau begitu. 

Konflik mulai seru. 

Mbak ini bingung, pas bunting tanpa suami, ntar kudu piye menjawab interogasi ortu dan neneknya di rumah? Sohibahnya menawarkan, kalau ntar wis ada tanda-tanda benih bayi tabung pasutri bule itu berhasil di rahimnya, yowis si Mbak pindah tinggal sementara ke rumahnya saja. Mbak penari ini ntar macak anak tantenya yang tinggal di tempat juauh. 

Ia merasa tawaran itu pilihan yang solutip. Oom sopir taksi pun setuju. 

Sik sik sik terus siapa yang berperan suami pura-puranya? 

Sohibah itu menunjuk Oom sopir taksi, lelaki solider itu dan Mbak ini saling pandang mblorok. Kuapokmu kapan?? kikikikikikkk... 

 * * * 

Waktu berputar, si Mbak menjalani hari-hari kehamilannya. Perutnya semakin buncit. Bayangan jagat Bollywood juga kian serasa nyata. Sampai akhirnya, masa persalinannya wis dekat banget, eh pasutri bule yang wis menitipkan janin mereka di rahimnya, ujug-ujug kabur. Makdeg. Mbak ini merasa segalanya berhenti. 

Bagaimana kisahnya berlanjut? 

Monggo seruput sendiri. Termasuk mengapa pasutri bule itu mendadak ngacir. Kejutan-kejutan bercorak twist mencungul di luar dugaan. 

Lebih seru lagi, klimaks jelang ending memungkasi pelajaran ikhlas mirip sinema jadul genre religi Kiamat Sudah Dekat.

Film Mimi tayang di Netflix.

---
Artikel ini telah terbit di Facebook pada tanggal 21 Agustus 2021 ditulis Oleh: D'n Ans Hoki

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url