Review Film: Anu And Arjun (Mosagallu) - 2021

FilmIndia.my.id — Berdasarkan kisah nyata kasus orang India yang berhasil membobol Departemen Pajak Amerika / Internal Sevices Revenue (IRS) hingga USD $300 juta / Rs. 3.000 Crore, Mosagallu dibuat oleh sutradara sekaligus pemain utama debutan, yaitu Vishnu Manchu. Kisah nyata penipuan ini terjadi antara tahun 2013 sampai dengan 2016. Film Mosagallu dirilis pada tanggal 19 Maret 2021 dengan hasil cukup memuaskan penonton di India.
Selain Vishnu Manchu, Kajal Aggarwal dan Sunil Shetty juga dipercaya sebagai pemeran utama. Melihat jajaran kasting dan tema unik yang dibawanya, mari kita ulas apakah film Mosagallu (atau dalam versi Hindi diberi judul Anu And Arjun) ini sebagus premisnya.

SINOPSIS FILM: MOSAGALLU (2021)

Arjun (Vishnu) dan Anu (Kajal) adalah saudara kembar yang berasal dari keluarga miskin di Hyderabad. Kakak dan adik ini tidak bahagia dengan kehidupan miskinnya. Mereka bermimpi untuk bisa kaya dan mengubah hidup mereka selamanya.

Saat dewasa Arjun bekerja sebagai eksekutif call center yang terampil, sedangkan dan Anu adalah seorang mahir akuntansi. Mereka berdua bekerjasama dengan Sandeep Reddy (Navdeep) untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat dari Hyderabad.

 Caranya; mereka menelpon orang Amerika dengan mengaku sebagai  petugas pajak dari IRS (Internal Revenue Service / Kantor Pajak). Mereka mengancam akan menangkap orang tersebut jika tidak melunasi iuran Pajaknya.

Karakter orang Amerika yang taat pajak menyebabkan penipuan yang dilakukan Arjun dan timnya bisa sukses. USD $300 juta berhasil mereka dapatkan hanya dengan bermodalkan telpon dan aksen bahasa Inggris. Semua yang dilakukan Arjun tersebut melalui sebuah perusahaan Call Centre di Hyderabad. 

Tentu saja pihak Washington DC panik dan berusaha menghentikan aksi penipuan itu. Melalui bantuan inspektur Ajit Kumar (Suniel Shetty), tim polisi ini mulai bergerak menangkap Arjun dan kawan-kawan. 

Akankah Arjun, Anu, dan Sandeep berhasil ditangkap oleh polisi yang dipimpin oleh Inspektur Ajit Kumar? 

REVIEW FILM: MOSAGALLU

Saya belum pernah menonton ataupun mendengar nama Vishnu Manchu. Sebagai aktor debutan, Vishnu Manchu cukup lumayan. Dari sekian emosi yang ingin ditampilkan, saya lebih menyukai ekspresi kesalnya. Sedangkan Kajal Aggarwal biasa saja. Saya masih lebih menyukai aktingnya di Do Lafzon Ki Kahani. 

Sunil Shetty? Sebagai polisi sial, tak banyak yang bisa dilakukannya. Apa mungkin karena surbannya ya? Entahlah, gebrakannya sebagai polisi tidak begitu berkesan. Pemain lain pun sama. Datar-datar saja.

Dari sisi cerita memang menarik. Penipuan melalui call centre di India pada orang-orang di Amerika, dan ini memang kejadian nyata. Hampir serupa usaha penipuan melalui pesan sms/messenger atau panggilan telpon berhadiah yang mengatasnamakan perusahaan besar di Indonesia. Cukup marak terjadi hingga hari ini. Yang membuat Musogallu terlihat besar adalah mereka mengatasnamakan departemen pajak di Amerika.

Sayangnya cerita yang menarik ini kurang mendapat penanganan yang tepat. Beberapa teknis penipuan yang menggunakan kecanggihan teknologi itu tak ditampilkan. Tokoh-tokoh IT yang bertugas mengalihkan ataupun mengacak nomor panggilan, kurang dieksplorasi dengan tepat. Akibatnya, usaha tim penipu ini terlihat terlalu gampang. 

Ada beberapa momen emosional yang seharusnya bisa membuat penonton ikut terhanyut. Sayangnya gagal akibat lemahnya pembangunan karakter sejak awal. Karena tuntutan film, ending Musogallu pun berakhir bahagia. Padahal dalam kejadian nyata, tokoh penipu ini (Hitesh Madhubhai Patel) telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Pengadilan Amerika pada tahun 2019.

Yang sedikit menghibur, lagu-lagunya easy listening dan ditempatkan pada adegan yang tepat. Sayangnya pada bagian visual efek sangat terlihat amatir. Persis seperti tayangan sinetron di tv-tv. Mungkin karena budget film yang minim. Vishnu Manchu harus lebih banyak lagi menggarap film, atau fokus saja pada aktingnya.

Jika anda bukan penggemar Sunil Shetty atau Kajal Aggarwal, secara keseluruhan film Musogallu cukup layak sekali tonton di akhir pekan ini.

FAKTA: PENIPUAN CALL CENTER YANG BERHASIL MEMBOBOL DEPARTEMEN PAJAK DI AMERIKA.

Dikutip dari English Alarabiya , seorang warga negara India telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena perannya dalam penipuan call center yang menipu banyak orang Amerika hingga jutaan dolar dengan menyamar sebagai petugas pajak. Departemen Kehakiman mengumumkan putusan itu dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 30 Nopember 2020.

Hitesh Madhubhai Patel, yang dikenal dengan Hitesh Hinglaj, dari Ahmedabad, India dan rekan konspiratornya mengoperasikan penipuan berbasis di India yang menipu korbannya di AS hingga jutaan dolar terjadi antara tahun 2013 dan 2016.

Menurut pernyataan itu, karyawan Patel "meniru" pejabat dari Internal Revenue Service (IRS/departemen pajak) dan US Citizenship and Immigration Services (USCIS/petugas imigrasi), melalui telpon mereka memaksa korbannya untuk segera membayar kewajiban perpajakannya. Kejadian ini terjadi  di seluruh Amerika Serikat."

Selama panggilan penipuan , pelaku yang menyamar sebagai pegawai pemerintah mengancam para korban dengan penangkapan, denda, atau deportasi jika mereka tidak membayar sejumlah uang yang dituduhkan oleh pemerintah kepada korban.

“Mereka yang menjadi korban diinstruksikan bagaimana cara melakukan pembayaran, termasuk dengan membeli kartu GPR atau uang virtual. Setelah pembayaran, call centre tipuan ini akan mengecek rekening penampungan yang berbasis di Amerika Serikat untuk mencairkan dana yang diperoleh secara curang itu,” kata Departemen Kehakiman.

Patel dijatuhi hukuman di Texas atas tuduhan "telah melakukan konspirasi penipuan digital dan konspirasi umum yang meliputi; penipuan identitas, penipuan akses perangkat, pencucian uang, dan peniruan identitas pejabat atau karyawan federal."

Patel, Warga negara India beserta 60 orang lainnya didakwa pada tahun 2016, dengan 24 terdakwa yang berbasis di AS, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Saat itu Patel tinggal di India dan berhasil membayar suap untuk menjamin pembebasannya di India. Namun, pada tahun 2019, Patel berhasil digiring/diekstradisi ke AS dari Singapura, dan kemudian dituntut di Amerika.

Departemen Kehakiman juga mengatakan bahwa Patel telah diperintahkan untuk membayar denda sebesar $8,9 juta kepada para korban yang teridentifikasi.

Pihak IRS sendiri telah mengeluarkan banyak peringatan selama bertahun-tahun untuk tidak menjadi korban penipuan semacam ini. IRS menambahkan bahwa setiap individu tidak akan pernah diminta untuk melakukan pembayaran melalui telepon.

“Karyawan penagihan IRS bisa menelepon atau datang ke rumah atau tempat usaha anda tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk menagih utang pajak. Mereka tidak akan meminta Anda melakukan pembayaran segera ke sumber selain Departemen Keuangan AS,” begitu keterangan IRS di situs webnya.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url