Ulasan Film: Indoo Ki Jawani (2020)

INDOO KI JAWANI adalah kisah masa remaja seorang gadis yang mengalami kehidupan melalui kesialan dan aplikasi kencan. Sejak 5-6 tahun ini, aplikasi kencan telah menjadi bagian penting dalam hidup kita. Banyak yang memiliki pengalaman buruk atau gagal menemukan jodoh yang layak, tetapi pada saat yang sama, ada yang berhasil bertemu belahan jiwa mereka di sana. Menariknya, tidak banyak film di Bollywood yang membicarakan aspek ini. 

Namun, INDOO KI JAWANI yang dibintangi oleh Kiara Advani menerima tantangan tersebut. Tentu saja, film ini lebih dari sekadar aplikasi kencan dan menjanjikan sentuhan yang lucu. Juga, ini adalah film yang penting karena Indoo adalah film Hindi kedua, setelah SURAJ PE MANGAL BHARI, yang rilis di bioskop pada musim pasca pandemi.

Lantas apakah INDOO KI JAWANI berhasil menghibur penonton? Atau apakah justru akan memaksa penonton untuk berpaling? Mari kita simak ulasan film india.

SINOPSIS CERITA FILM INDO KI JAWANI

Di perbatasan Delhi-Ghaziabad, polisi mencoba menghentikan mobil Black Scorpio di pos pemeriksaan. Namun penumpang mobil tersebut menolak menunjukkan identitasnya dan melarikan diri. Mereka juga menembaki polisi. Polisi yang dipimpin oleh Avinash Nigam (Iqbal Khan) menemukan mobil itu di halaman sebuah rumah. Para teroris tidak terlihat, tetapi polisi menemukan bahan peledak di dalamnya. Tapi mereka berhasil menemukan satu penumpang mobil itu, seorang Pakistan. Dan perburuan pun dimulai untuk menemukan orang kedua.

Sementara di Ghaziabad, Indira Gupta alias Indoo (Kiara Advani) mengalami masa-masa sulit dengan pacarnya Satish (Raghav Raj Kakker). Saat Indoo ke rumah Satish tetapi menemukan pacarnya itu sedang di tempat tidur dengan Alka, salah satu sepupunya yang akan menikah minggu depan. Indoo langsung memutuskan Saatish.

Di pernikahan Alka, Indoo mendapat banyak perhatian cowok. Salah satunya adalah Kittu (Shivam Kakar). Kittu mencampurkan alkohol dalam minuman Indoo, ini membuatnya menari seperti orang gila. Reputasinya di kampungnya pun ternoda.

Keesokan harinya, orang tua Indoo (Rajesh Jais, Alka Kaushal) berangkat ke Delhi untuk mendaftarkan kuliah saudara laki-laki Indoo, Bunty (Harsh Sharma). Mereka meminta Indoo untuk tidak melakukan hal konyol lagi.

Seorang Indoo yang kesepian, sedih karena putus cinta, setuju dengan ide Sonal untuk menggunakan aplikasi kencan untuk mencari pacar. Sonal percaya bahwa ini akan membantunya dalam hubungan selanjutnya.

Di aplikasi kencan, Indoo merasa cocok dengan Samar (Aditya Seal). Pada hari yang sama, Indoo mengetahui dari paman Prem, paman Ranjit, dan paman Pran bahwa seorang teroris dari Pakistan sedang berkeliaran di Ghaziabad.

Sore harinya, Samar bertemu Indoo. Saat mereka bermesraan, paspor Samar jatuh dari jaketnya. Saat itulah Indoo melihat bahwa Samar adalah orang Pakistan! Tentu saja Indoo takut. Dia juga bertanya-tanya apakah Samar ini teroris yang dicari polisi. 

Apa yang terjadi selanjutnya?

ULASAN FILM INDO KI JAWANI

Kisah dari Abir Sengupta ini cukup menghibur. Cara dia menyatukan aplikasi kencan, prasangka, pola pikir masyarakat kelas menengah, terorisme, dan debat India vs Pakistan menjadi satu film yang cukup menarik. Skenario Abir Sengupta efektif untuk banyak bagian. Senang rasanya melihat bahwa penulis ini telah mencoba yang terbaik untuk memastikan bahwa film tersebut tidak keluar sebagai produk receh.

Arahan Abir Sengupta rapi dan sederhana. Itu juga dilakukan secara kreatif di beberapa tempat. Misalnya, adegan di mana Indoo mengobrol dengan Samar untuk pertama kalinya di aplikasi, biasanya hal itu dilakukan di kafe. Tapi Abir malah meletakkannya di tengah-tengah perkampungan Ghaziabad yang padat dan sibuk. Sutradara juga fokus pada bagaimana orang-orang di lingkungan  kelas menengah cenderung usil dan berprasangka buruk di balik pakaiannya yang sopan. Hal ini ditampilkan secara lucu dan realistis. 

Nama merek pengganti seperti Fakebook, Dinder, Café Coffee Bay dan Domato sangat menggelikan. Andai menggunakan nama asli atau nama merek fiktif, justru akan menjadi kaku.

INDOO KI JAWANI memulai dengan catatan menarik yang menjelaskan bahwa Indoo memiliki kesan moral di masyarakat dan peduli pada kesan itu. Adegan pembuka dibuat animasi dengan sangat ekspresif. Babak pertama kemudian bergerak dengan lambat dan santai. 

Film ini tentu saja menjadi lebih baik ketika Samar dan Indoo bertemu. Dan makin menarik ketika dia mengetahui bahwa Samar berasal dari 'negara musuh'. Pada awalnya, menyenangkan melihat keduanya berdebat tentang negara mana yang lebih baik. 20 menit terakhir mendebarkan dan film berakhir dengan catatan yang bagus dan lucu.

Berbicara tentang penampilan, Kiara Advani sangat menggemaskan. Dia terlihat sangat imut dan melakukan perannya dengan sangat menghibur. Cara dia mengomel dan marah sepanjang film membuat tontonannya lucu. Film ini memberinya kesempatan untuk menunjukkan bakat aktingnya. Penampilannya disini akan membantunya dalam kariernya ke depan. 

Aditya Seal awalnya tidak banyak melakukan apa-apa di babak pertama, tetapi selanjutnya membuat kehadirannya terasa. Dia terlihat gagah dan dialognya tepat. Sedangkan Mallika sangat lucu dan hebat sebagai sahabat dengan banyak dialog lucu (sekaligus vulgar) tentang pria, film dewasa, dan seks.

Musik bukanlah jenis chartbuster tetapi berfungsi dengan baik. 'Hasina Pagal Deewani' sanggup membuat penonton bergoyang. 'Dil Tera' digarap dengan sangat indah untuk memberi penghormatan kepada Bollywood. 'Single Ladies' jadi backsound cerita, sementara 'Heelein Toot Gayi' muncul di bagian akhir kredit. Musik Latar belakang oleh Neel Adhikar sangat selaras dengan mood film ini.

Sinematografi A Vasanth juga bekerja dengan baik. Desain produksi Priya Suhass memberikan sentuhan realistis pada film tersebut. Action dari Amin Khatib sangat minim dan tidak terlalu beringas. Kostum Sheetal Sharma sangat menarik, terutama untuk baju yang dikenakan oleh Kiara. Kerenlah pokoknya.

Secara keseluruhan, INDOO KI JAWANI adalah film yang sangat menyenangkan dan pantas untuk ditonton karena plot dan setting yang realistis, dan tentu saja karena humor dan penampilan Kiara Advani yang menggemaskan. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url