REVIEW FILM INDIA BIGIL (2019)

 Tak penting siapa diri kita, yang terpenting adalah seberapa besar pengaruh kita terhadap orang banyak di lingkungan kita - BIGIL

Bigil adalah nama tokoh utama di film ini. Nama sebenarnya Michael, tapi orang-orang di lingkungannya menyebutnya Bigil. Persis seperti kebiasaan orang Indonesia, Zoelkifli jadi Kipli, atau Taufik menjadi Topik, Yusuf jadi Ucup. Begitulah Bigil.😀😀😀


Seorang pemuda yang bercita-cita ingin menjadi pemain bola terkenal. Prestasinya di negara bagian Tamil Nadu sebagai pemain terbaik.

Berbeda dengan Bigil, Rayyapan --ayah bigil, adalah salah satu Don yang ditakuti di kotanya. Sebagai boss preman, Rayyapan tidak ingin Bigil menempuh jalan kekerasan yang dijalani Rayyapan.

Namun, saat Bigil akan berangkat ke Delhi untuk seleksi Timnas India, sebuah kejadian luar biasa mengharuskan Bigil untuk mengubah arah cita-citanya. 😱😱😱

****

25 menit pertama, film ini seperti random. Saya sempat bingung, apaan sih ini maksudnya? Pengenalan tokoh utama terlalu bertele-tele dan lama. Michael yang sukses menjadi seorang Don, tapi gagal dalam cintanya. Babak ini harusnya bisa lebih singkat.

Saat sahabat Michael datang ke Tamil Nadu bersama tim sepakbola wanita yang akan berangkat ke Delhi untuk ikut kompetisi nasional, Bigil menemukan pondasi ceritanya. Dari titik ini, film Bigil terasa semakin seru.

Kilas balik Bigil muda dan prestasinya, serta sepak terjang Rayyapan di dunia hitam, silih berganti menghiasi layar. Keduanya terjadi bersamaan di tempat berbeda. Hubungan ayah-anak antara Rayyapan dan Bigil sangat terasa hangat. Dan ini adalah modal kuat untuk adegan-adegan selanjutnya.

Selain lemah di titik awal, visual effect saat adegan pertandingan sepak bola banyak dikeluhkan penonton. Serasa lagi main playstation. Selain dua hal ini, Bigil sukses mengaduk-aduk emosi penonton. 

Vijay Joseph berperan ganda sebagai Bigil dan Rayyapan, sukses mengaduk-aduk emosi.  Terkadang dia terlihat bengis, ramah, lucu, dan menggemaskan. Apalagi pas adegan pelukan itu, bikin merinding.

Nayanthara sebagai love interest Bigil, tampil natural. tak hanya sebagai pelengkap kisah romance, tetapi kehadiran Nayanthara sebagai Tim Official Fisioterapi di tim Tamil Nadu cukup penting. Jackie Shroff hadir sebagai villain utama. Cukup meyakinkan sebagai ketua asosiasi bola yang licik.

Tentu saja, kesuksesan Bigil tak lepas dari tangan dingin  Atlee Kumar yang merangkap sebagai Ide cerita, Penulis Skenario, dan Sutradara. Momen-momen indah, emosional, dan spektakuler hadir memanjakan penonton. Iringan musik A. R. Rahman turut berpengaruh besar terhadap emosi penonton.

***

Sebagai sebuah film bertemakan olah raga, Bigil mampu mengkombinasikan cerita tentang gangster, mafia bola, semangat disiplin, kekompakan tim, dan tentu saja, kerja keras. Semua elemen ini menyatu dalam Bigil, dan mampu menjadi tontonan yang mendidik, menghibur, sekaligus mencerahkan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url