BHARAT ANE NENU, Sosok Pemimpin Idola

"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membuat rakyatnya tidak tergantung kepada pimpinannya"

-------

Saya menyesal baru mengetahui dan menonton film ini setelah beberapa kali mendapatkan rekomendasi dari teman-teman di komunitas. Lagi-lagi saya temukan Indonesia saya di film India, bukan di film Indonesia. Persis seperti yang pernah disampaikan Mahfud Ikhwan.

Bharat Ane Nenu (BAN) judul film ini. Bharat Namaku, kurang lebih seperti itu arti judul filmnya. Dan memang film ini bercerita tentang seorang pemuda India bernama Bharat (Mahesh Babu), yang baru saja lulus dari pendidikan sarjananya di Inggris. Namun ia tiba-tiba mendapat panggilan untuk pulang karena ayahnya sedang sakit keras. Dan Tuhan berkehendak lain, ketika ia sudah tiba di India, ayahnya sudah meninggal dunia.

Ayahnya  adalah seorang Perdana Menteri di Uttar Pradesh - salah satu negara bagian di India. Kematiannya membuat dunia politik menjadi gaduh, para ketua partai koalisi saling berlomba untuk mengajukan diri sebagai perdana menteri baru menggantikan ayah Bharat. Namun karena ingin menghindari adanya perpecahan di kubu koalisi, akhirnya Bharat lah yang diajukan sebagai pengganti ayahnya.

Bharat adalah seorang pemuda yang tidak tahu menahu sama sekali masalah politik. Dia tumbuh dan besar di London. Tiba-tiba Bharat mendapat kepercayaan untuk memimpin sebuah negara. Tentu ini sangat sulit bagi Bharat.

Selama di bangku sekolah, boleh saja Bharat mendapatkan predikat Cumlaude - bahkan di 5 bidang pendidikan yang berbeda. Tapi untuk memimpin sebuah negara, dia sama sekali buta. Banyak masalah yang harus dihadapi; tekanan yang berasal dalam pemerintahan itu sendiri, permasalahan masyarakat yang tidak ada habisnya, hingga kasus kematian ayahnya yang ternyata tidak wajar.

Lalu apakah Bharat bisa berhasil memimpin negaranya?

Saksikan sendiri !

.::: o0o :::.

Secara kualitas sinema mungkin BAN gak bagus-bagus amat. Bharat terlalu sempurna sebagai sosok manusia. Tinggi, putih, ganteng, pintar, tenang, kaya dan berkuasa, bisa joget (ingat, ini film India 🤭). Selain itu, dia juga jago berantem. (Ini saya ketahui belakangan 😆) Masih jomblo pula. Wanita mana yang sanggup untuk menolak pesona seorang Bharat.

Quote-quote keren yang disampaikan secara tepat melalui adegan, cerita dan timing yang pas membuat BAN enak dinikmati tanpa harus merasa sedang digurui.  Relasi masalah politik yang disajikan BAN sangat mirip dengan keadaan di Indonesia. Bahkan terasa mirip dengan kisah salah satu pemimpin daerah di negeri ini. Atau mungkin malah terinspirasi dari kisah 'itu' ? Entahlah.

Yang pasti, film politik ini jauh lebih menghibur dibanding film politik ala sineas di negara berflower +62. Menonton BAN akan sangat bermanfaat bagi para (calon) pengambil keputusan di negeri ini yang mungkin sebentar lagi akan dilantik.

Secara lebih luas, film ini juga menyentil banyak pihak seperti; media, budaya, bahkan kita sebagai individu dan bagian dari masyarakat suatu lingkungan/negara, tak luput dari sentilan BAN. Sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga.

Kalaupun ada yang kurang, adegan slowmo yang bertebaran dimana-mana, membuat BAN terasa lebay. Tapi secara keseluruhan BAN masih bisa dinikmati.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url