SINOPSIS FILM INDIA: HAMID (2019)


"Ayahmu tidak hilang, dia pergi untuk tinggal bersama Allah" kata Bilal kepada Hamid

"Bagaimana kau tahu jika ayahku bersama Allah?" Hamid balik bertanya

Penggalan dialog antara Bilal dan Hamid di kelasnya itu berasal dari film berjudul HAMID (2019). Sebuah film tentang Ayah, yang tanpa sengaja saya tonton di hari ayah sedunia (Father's Day) tahun ini. Film ini tak hanya bercerita tentang konflik keluarga, tetapi juga konflik batin dan keyakinan kita, dari sudut pandang seorang bocah berusia 7 tahun, Hamid.

HAMID diperankan oleh Talha Arshad Reshi. Sekilas wajahnya mirip Salman Khan versi bocah. Dan di sepanjang 108 menit durasinya, wajah Talha menghiasi layar dengan segala ekspresi lugunya yang menggemaskan, sekaligus bikin baper... 😭 Hiks... Hiks.. hiks..

Berlatar belakang sebuah desa di Kashmir, Hamid Ali sedang belajar perkalian 9 bersama ibunya, Ishrat Ali (Rasika Dughal) sembari menanti kepulangan ayahnya, Rehmat Ali (Sumit Kaul) dari tempat kerjanya. Hamid tak mau tidur meski telah larut. Dia menunggu sebuah mainan yang telah dipesannya kepada sang ayah.

Dalam perjalanan pulangnya, Rehmat harus melalui pos penjagaan tentara. Konflik India - Pakistan membuat tentara-tentara itu harus melakukan pemeriksaan ekstra ketat. Rehmat berhasil lolos meski sempat bersitegang dengan petugas perbatasan.

Setibanya di rumah, Hamid menagih mainannya. Namun mainan itu tertinggal di tempat kerja Rehmat. Demi rasa cintanya kepada sang buah hati, Rehmat Ali tetap berangkat untuk mengambil mainan itu meski telah larut malam.

Sejak kepergiannya itu, Rehmat Ali tak pernah kembali lagi ke rumah.

Sepanjang sisa durasinya, kita akan disuguhi proses pencarian Rehmat Ali oleh Hamid dan Ishrat. Meski sama-sama mencari, mereka berdua menempuh jalan berbeda.

Ishrat yang dendam kepada Hamid karena menyebabkan Rehmat hilang, merasa tak perlu menjelaskan kepada Hamid tentang apa yang dia lakukan untuk mencari Rehmat, suaminya. Seringkali dia harus bolak-balik ke kantor polisi untuk melaporkan hilangnya Rehmat. Bahkan kamar mayat di puskesmas adalah tempat yang biasa dia kunjungi, meski harus antri berjam-jam demi untuk memastikan mayat siapa yang baru ditemukan petugas.

Hamid, yang seorang bocah secara diam-diam mencari keberadaan ayahnya dengan caranya sendiri. Hal ini dia lakukan karena tak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari ibunya. Bahkan ketika Hamid bertanya tentang angka 786, ibunya hanya menjawab bahwa itu nomor panggilan tuhan.

Berbekal HP peninggalan ayahnya, Hamid berusaha menelpon Tuhan. Berbagai cara dia lakukan untuk tahu nomor telpon tuhan - yang ternyata tidak hanya berupa 3 digit angka. Masalah tak selesai ketika dia 'berhasil' menemukan nomor telpon tuhan. Dia harus punya pulsa agar bisa melakukan panggilan. Dari mana dia bisa dapat uang untuk pulsa? Bagaimana caranya?

Jalan berbeda yang ditempuh anak dan ibu ini akan menyuguhkan pengalaman visual yang luar biasa tentang keindahan Kashmir, kehidupan masyarakatnya, bahkan ketegangan politik antara India dan Pakistan. Penonton pun disuguhi bagaimana proses radikalisasi itu terbentuk secara masif dan terstruktur.

Apakah Hamid dan Ishrat bisa menemukan Rehmat? Jawabannya akan bisa ditemukan setelah kalian menontonnya secara serius.

Jangan lupa, siapkan tisu..!!!

-----------

Directed : Aijaz Khan
Produced : Siddharth Anand Kumar, Vikram Mehra
Written : Ravinder Randhawa Sumit Saxena
Screenplay : Ravinder Randhawa
Based on : Play Phone No 786 by Mohd. Amin Bhat
Starring : Rasika Dugal, Vikas Kumar, Talha Arshad Reshi


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url