REVIEW FILM NOTEBOOK (2019)

CINTA KARENA LITERASI

Jika berbicara film Bollywood. Pasti yang terbayang sebuah aksi laga, lelehan air mata, dan romansa. Seperti film Notebook yang dirilis oleh Salman Khan Production.

Tahu tidak, film ini dibuat dari adaptasi film Thailand. JudulnyaThe Teacher's Diary  tahun 2014 silam. Jika dilihat kedua film ini tidak ada perbedaan konflik. Kesimpulan konflik kedua film sama. Tapi tetap saja film Notebook Bollywood ini punya ciri yang berbeda. Bumbu romansa terasa mengharu biru.

Dimulai dari tokoh yang bernama Kabir. Ia hendak menyelamatkan anak kecil yang berlari di antara jebakan  ranjau darat yang terpasang di Khasmir, tepian bagian negara India. Cerita Kabir yang mundur dari tentara inilah membuatnya berganti profesi menjadi guru.

Kabir pun menjadi guru di  Wular sebuah daerah terpencil di Khasmir. Tempat terpencil tak ada listrik dan gas, ia harus bertahan dan mengajar. Hingga sebuah buku harian mengajarkannya bertahan.

Buku harian itu milik seorang guru bernama Firdaus. Seorang wanita lajang yang pernah mengajar di sekolah terapung Wular, Khasmir. Terselimuti sunyi. Juga harus mengajar dengan berbagai karakter yang berjumlah 6 murid.

Kegemaran Kabir membaca buku harian inilah seolah-olah mengenal Firdaus. Endingnya, baper dan jatuh cinta pada Firdaus. Kesimpulannya buku harian Firdaus telah menginspirasi kehidupan Kabir di Wular Khasmir. Sekaligus penghubungnya.

Akan lebih terasa kalau Anda menontonnya. Anda bisa menikmati OST NAI LAG DA. Suasana romansa, kekecewaan, dan kesedihan kental terasa di film ini.

Well, apakah Kabir dipertemukan Ibu Guru Firdaus tidak dalam khayal literasinya? Siapakah yang dipilih Ibu Guru Firdaus yang bermoto, "Orangtua adalah guru pertama bagi anaknya dan Guru adalah orang tua."?
--------
Penulis : Indraswati Niken - Surabaya


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url