Bunuh Diri Massal Di India Itu Disebut Jauhar

Para Wanita dipimpin Ratu Padmavat bersiap melakukan Jauhar
 

SEJARAH JAUHAR

Ada sebuah tindakan bakar diri massal yang dilakukan pada masa India Kuno. Kegiatan ini dinamakan jauhar. Hal ini dilakukan kaum wanita (dan anak-anak) di dalam istana, saat mereka terkepung.

Tindakan ini dipilih untuk tetap merasa terhormat daripada takluk kepada musuh.

Sedangkan para pria, mereka akan melakukan "shaka", yaitu bersatu dan maju bertempur untuk terakhir kalinya demi mati secara terhormat.

Jauhar yang paling terkenal adalah Chittorgarh, pada tahun 1303. Saat itu Sultan Alauddin Khilji telah berhasil mengepung benteng  dan ingin memiliki Rani Padmini Chittorgarh (aka. Padmavati), Ratu Rajput pada saat itu. Tapi saat sultan itu menang, Ratu Rani lebih memilih membakar diri bersama semua wanita di Chittorgarh .

Serangan ini tidak menjadi satu-satunya pengepungan terhadap Chittorgarh. Jauhar kedua dan ketiga terjadi di Chittor selama abad ke-16 (1535 dan 1568), yang menjadi pemusnahan seluruh garis keturunan Rajput.

Beberapa peristiwa Jauhar yang tercatat dalam sejarah 

Antara lain :

- Jauhar Chittor I (1303) ketika benteng Chittor dipimpin oleh raja Rana Rawal Ratan Singh dan Ratu Padmini (aka. Padmavati), sementara pihak penyerang dipimpin oleh Alauddin Khilji. Rani Padmini memimpin warganya untuk melakukan Jauhar untuk melindungi kehormatan dan menunjukkan sikap pantang menyerah pada penjajah.

- Jauhar Jaisalmer (1304) di masa kekuasaan raja Maharawal Jait Singh, 24 ribu wanita dan anak-anak membakar diri setelah benteng dikepung pasukan Muslim yang dipimpin oleh Alauddin Khilji selama 7 bulan.

- Jauhar Chittor II (1535) ketika itu benteng dipimpin oleh Ratu Rani Karnavati diserang oleh Bahadur Shah dari Gujarat.

- Jauhar Chittor III (1567) saat benteng Chittor dipimpin oleh Rana Udai Singh II, dan pihak penyerang dipimpin oleh raja Akbar I. Sekedar info, raja Akbar I atau disebut juga Akbar The Great adalah generasi ketiga dinasti Mughal (dikenal juga sebagai raja Jalalluddin Muhammad Akbar).

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url