BENARKAH FILM PADMAAVAT SUDUTKAN ISLAM?


Film Bollywood karya terbaru sineas handal Sanjay Leela Bhansali berjudul ‘Padmaavat’ sejak dalam proses pembuatannya memang telah mengalami berbagai masalah. Mulai dari didemo berkali-kali di lokasi syuting hingga pembakaran beberapa properti seperti kostum, perhiasan-perhiasan dan barang-barang lainnya.
Tak hanya sampai disitu, film drama kolosal yang menceritakan tentang seorang Ratu Singhal bernama Ratu Padmini alias Padmawati itu juga mengalami nasib lebih buruk lagi. Setelah kurang lebih satu setengah tahun dalam proses pembuatan, film tiba-tiba dilarang beredar oleh beberapa komunitas yang menganggap film tidak sesuai dengan cerita aslinya.
Hingga film yang dijadwalkan dirilis pada 1 Desember 2017 itu akhirnya molor hingga 25 Januari 2018. Itupun setelah film dipotong habis hingga 300 guntingan. Tak hanya itu, film juga harus mengganti judul, dari awalnya yang berjudul ‘Padmavati’, akhirnya dirubah menjadi ‘Padmaavat’.

Dan kini setelah film beredar, beberapa negara bagian di India, seperti Rajasthan, Madya Pradesh dan Gujarat melarang film yang dibintangi Deepika Padukone dan Ranveer Singh tersebut beredar di daerah mereka. Beruntungnya saat diajukan ke Mahkamah Agung (MA) tim ‘Padmaavat’ menang dan MA mengabulkan dan memperbolehkan film beredar di seluruh India.
Jika di India sendiri, titik permasalahannya terdapat pada sang tokoh utama yakni Ratu Padmini, kini di luar India film mengalami penolakan, salah satunya dari negara Malaysia. Badan sensor film Malaysia menganggap film ‘Padmaavat’ ada kemungkinan bisa memicu konflik. Pasalnya film dianggap menyinggung komunitas Muslim, yang merupakan penduduk mayoritas di Malaysia.
Anehnya, dua negara muslim lainnya yang juga mayoritas penduduknya Muslim seperti Pakistan dan Indonesia telah meloloskan film berdurasi 164 menit itu. Padahal memang film ini jelas-jelas menggambarkan seorang muslim yang berperangai buruk. Sosok Alauddin Khilji (yang diperankan oleh Ranveer Singh) adalah seorang yang haus kekuasaan, yang demi untuk memenuhi ambisinya tersebut, dia menghalalkan segala cara. Termasuk membunuh Sultan Delhi, Jalaluddin Khilji (Raza Murad) yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Lalu demi untuk bisa bertemu dan mendapatkan Ratu Padmavati, istri Raja dari Mewar, Rawal Ratan Singh, dia pun tak segan-segan memenggal kepala pendeta Raghav Chetan dan membunuh Raja Rawal Ratan Singh (Shahid Kapoor).
Sebagai seorang Muslim, Alauddin Khilji juga sempat mengucapkan kalimat Basmalah (Bismillahirahmani Rahim) saat dijamu makan oleh Raja Rawal Ratan Singh dan mengucapkan Alhamdulillah saat sembuh dari Panah yang menghujani tubuhnya.
Dengan penggambaran sosok muslim yang berperangai jahat di film tersebut, seolah menggambarkan bahwa orang muslim itu jahat. Sebaliknya Raja Chittor dari Mewar, Rawal Ratan Singh yang seorang Rajput digambarkan sebagai seorang yang baik hati, tegas dan teguh dengan prinsip-prinsipnya.
Bisa disimpulkan bahwa film ‘Padmaavat’ menceritakan tentang seorang Muslim yang jahat dan seorang Hindu (Rajput) yang baik.  Hal inilah yang membuat Badan Sensor Film Malaysia tidak meloloskan film berbudget sekitar 215 crore rupee (Rp 430 milyar) ini.

Film ‘Padmaavat’ sendiri berdasarkan epic puisi yang ditulis pada tahun 1540  oleh seorang penyair bernama Malik Muhammad Jayasi. (Melaty Tagore)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url