DIANGGAP MENYINGGUNG ISLAM, MALAYSIA LARANG PEREDARAN FILM BOLLYWOOD PADMAAVAT


Kontroversi sepertinya belum berakhir untuk film ‘Padmaavat’. Setelah sempat dilarang beredar di negara bagiannya sendiri di India, kini film kembali dilarang beredar di negara lain. Film karya Sanjay Leela Bhansali yang penuh dengan sejarah puisi dan sajak ini dilarang beredar di Malaysia.
Menurut laporan, Badan Sensor Film Malaysia menolak peredaran film ‘Padmaavat’ di bioskop-bioskop Malaysia karena terlalu rawan menimbulkan kericuhan. Seorang produser film berkomentar bahwa film tersebut telah diberi tanda ‘tidak relevan’ dalam hal skrining dan ini umumnya diberikan pada film yang cenderung memicu kekerasan komunal atau kerusuhan.
Dilaporkan juga bahwa beberapa Muslim di Malaysia telah tersinggung dengan film tersebut, karena menganggap film tidak pantas bagi komunitas Islam. Menyuarakan pemikiran serupa, ketua Dewan Sensor Film Nasional [LPF] Mohammad Zamberi Abdul Aziz berpendapat bahwa alur cerita film ini menyentuh kepekaan komunitas Islam dan ini merupakan masalah yang sangat serius di negara seperti Malaysia yang mayoritas beragama Islam.

Film ‘Padmavaat’ diinspirasi oleh sebuah puisi yang ditulis oleh Sufi Muhammad Jayasi di tahun 1540. ‘Padmaavat’ bercerita tentang kecantikan seorang ratu Kerajaan Chittor bernama Rani Padmini dan bagaimana Sultan Alauddin Khilji yang begitu terobsesi dengannya dan ingin memilikinya.

‘Padmaavat’ dibintangi oleh Deepika Padukone, Ranveer Singh, Shahid Kapoor, Aditi Rao Hydari dan Raza Murad. Film telah dirilis pada 25 Januari 2018, termasuk di Indonesia. (Melaty Tagore)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url