REVIEW FILM TUMHARI SULU (2017)


Jadi penyiar radio itu ternyata gampang-gampang susah. Semua orang mikir seorang penyiar radio itu kerjaannya cuma ngobrol aja, kalo kata orang jawa timur ngedabrus atau ngecipris. Gak salah juga sih, tapi juga gak bener-bener amat. Intinya, pandai ngomong nggak jadi jaminan untuk jadi seorang penyiar radio yang disukai.

Hallo.. Aku kembali hadir untuk menerangi malam-malammu. Dan akan membuat impianmu menjadi nyata. Sulu, sebut namaku dari lubuk hatimu yang terdalam, dan ungkapkanlah isi hatimu sekarang. Jangan ragu !!

Tumhari Sulu bercerita tentang perjalanan seorang Penyiar Radio. Sulu adalah ibu rumah tangga yang mendadak jadi seorang penyiar radio. Apa jadinya jika tiba-tiba saja kehidupan kita berbalik arah 180 derajat? Dari orang yang biasa-biasa saja lantas mendadak terkenal? Ini yang bakalan diceritakan Tumhari Sulu.



Sinopsis Tumhari Sulu

Keluarga Ashok (Manav Kaul) dan Sulochana (Vidya Balan) yang telah dianugerahi putera semata wayang berusia 11 tahun, Pranav adalah keluarga kelas menengah kebanyakan di Mumbai. Mereka hidup berbahagia di sebuah flat kecil (Rumah Susun) di pinggiran kota Mumbai. Ashok yang bekerja sebagai seorang perawat di sebuah Panti Jompo, menjalani rutinitasnya sehari-hari. Berangkat kerja pagi hari dan pulang ke rumah menjelang malam. Sementara Sulochana yang biasa dipanggil Sulu menjalani kehidupan sehari-hari layaknya ibu rumah tangga yang lain. Pagi ke pasar, memasak, dan selanjutnya menanti anggota keluarga lainnya pulang.

Di dalam keluarganya, Sulu memiliki saudara kembar dan seorang ayah yang selalu mengkritisi langkah yang diambil Sulu di masa lalu. Kegagalan Sulu untuk kuliah hingga akhirnya menikah dengan Ashok selalu menjadi tema bahasan utama pertemuan keluarga ini ketika Ayah dan Saudara Kembarnya itu berkunjung ke rumah Sulu. Dia terus didesak untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai untuk dirinya, dan membantu perekonomian keluarganya.

Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Sulu mendengarkan Radio WOW dan ikutan kuis yang diselenggarakan radio itu. Tak dinyana, dia memenangkan kuis berhadiah Rice Cooker. Dasar Sulu, Rice Cooker nya minta ditukar dengan TV. Tentu saja permintaannya itu tak dituruti pihak Radio.

Ketika Sulu hendak mengambil hadiahnya di studio radio itu, Sulu ditawari menjadi Radio Jockey (RJ – Penyiar Radio) untuk program tengah malam. Melihat penampilan Sulu yang ceplas-ceplos, Maria (Neha Dhupia) sang manajer radio yakin sekali jika Sulu mampu menjadi host acara baru yang sedang dikonsepnya.

Segera keburuntungan dari Sulu telah menghampirinya sehingga membuatnya tersenyum. Setelah memiliki banyak kekhawatiran, pada akhirnya Sulu menyelesaikan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga, dan memulai melakukan perjalanan yang menggembirakan sebagai seorang Radio Jockey.

Pada awalnya semua berjalan dengan lancar baginya, akan tetapi kesibukannya sebagai RJ mulai membuat Sulu teledor dalam mengurusi keluarganya. Ashok mengalami hari-hari yang buruk di tempat dia bekerja. Bahkan dia berencana untuk berhenti dari pekerjaannya dan mencari pekerjaan baru. Di sisi lain, Pranav - anak mereka, tertangkap basah di sekolah dengan melakukan hal-hal yang tidak diharapkan olehnya.


Konflik selanjutnya adalah titik dimana Sulu harus menentukan pilihan antara keluarga atau pekerjaannya sebagai Radio Jockey.

Apa yang akan dipilih oleh Sulu?

Akankah Sulu berhenti dari pekerjaannya sebagai Radio Jockey untuk keluarganya?

Review Film Tumhari Sulu

Sulu yang digambarkan sebagai ibu rumah tangga kebanyakan, sederhana dan ceplas-ceplos, mampu diperankan sangat baik oleh Vidya Balan. Melihatnya, seperti benar-benar melihat Sulu, bukan Vidya Balan yang dingin dan mematikan seperti Begum Jaan, atau sosok misterius Durga Rani Singh di film Kahaani 2. Bukan juga Vidya yang menjadi wanita lemah seperti Vasudha dalam Hamari Adhuri Kahaani.

Tampil layaknya ibu-ibu, baik dari kostum maupun postur tubuh yang terlihat gemuk karena sehari-harinya hanya berkutat di dapur dan kasur, Vidya menjelma sebagai Sulochana yang ketika dia tertawa, penonton turut merasakan kebahagiaannya. Ketika dia tersenyum, atau bahkan ketika dia marah dan menangis, penonton turut merasakan beban yang ditanggungnya. Tak salah jika pada akhirnya Filmfare Award 2018 menobatkan Sulu sebagai Pemeran Wanita Terbaik berkat aktingnya di Tumhari Sulu.

Manav Kaur tampil mengimbangi Vidya Balan sebagai Ashok, sosok suami yang galau karena karirnya terancam, galau karena istrinya mulai banyak penggemarnya, galau harus mengakui kemampuan istrinya dalam hal keuangan, dan juga galau karena tak mampu membawa keluarganya menuju tingkat ekonomi yang lebih mapan. Ashok digambarkan sebagai pria galau dan gamang, dan Manav Kaur tampil meyakinkan untuk peran ini.

Pemain lain yang mencuri perhatian adalah Saudari Sulu yang kembar. Tak banyak scenenya, tapi kehadirannya mampu membuat gemas. Sopir taksi wanita juga tampil sebentar namun memberikan warna tersendiri untuk film ini.  Neha Dhupia sang manajer radio juga tampil wajar. Dan tak ketinggalan Vijay Mauriya si pujangga yang kesasar jadi director program acara Tumhari Sulu, namun sering dikacangin oleh Sulu, tampil dengan sedikit dialog namun mampu mencuri pertunjukan. Secara keseluruhan, semua bekerja sangat baik dan berjalan alami. Tak heran jika banyak ajang penghargaan memasukkan Tumhari Sulu sebagai nominasi.


Oh iya, untuk penggemar film jadul, Tumhari Sulu hadir dengan beberapa lagu populer di dalamnya. Sebut saja Dil Hai Ke Manta Nahin dan beberapa lagu lainnya. Makin penasaran, kan? Makanya, tonton aja.

Epilog

Pada akhirnya, Tumhari Sulu tak hanya bercerita tentang kehidupan seorang penyiar radio. Sulu sejatinya adalah konflik keluarga yang dialami kebanyakan keluarga kelas menengah. Konflik batin seorang suami yang harus rela mengakui kemampuan istrinya. Dan bagaimana sebuah keluarga harus saling mengisi dan melengkapi kekosongan yang ada. Proses menuju keharmonisan di tiap keluarga tentu berbeda, dan inilah yang ingin diceritakan Tumhari Sulu.

Tumhari Sulu bisa ditonton untuk semua umur, dengan sedikit memerlukan penjelasan bagi anak di bawah umur. (uziek)



Directed by

Suresh Triveni

Produced by

Bhushan Kumar
Tanuj Garg
Atul Kasbekar
Shanti Sivaram Maini

Written by

Suresh Triveni

Starring

Music by

Cinematography

Saurabh Goswami

Edited by

Shivkumar Panicker

Production
company

T-Series
Ellipsis Entetainment

Distributed by

T-Series

Release date

  • 17 November 2017[1]

Running time

140 minutes




Ban Ja Rani

Hawa Hawai


Next Post Previous Post
2 Comments
  • Totosuharto
    Totosuharto 21 Januari 2018 14.20

    banja rani...suka bgt lagu ini..tp syg lom nonton filmnya..😊

    • Uziek
      Uziek 22 Januari 2018 14.02

      Udah nonton kan?

Add Comment
comment url