8 Film Bollywood Anggaran Besar Yang Gagal Di Box Office

8 Film Bollywood Anggaran Besar Yang Gagal Di Box Office

Banyak orang berpendapat bahwa semakin besar anggaran sebuah film, semakin menarik perhatian para penggemar film. Menarik perhatian bisa diartikan memiliki peluang besar untuk membuat penonton datang ke bioskop. Namun, anggaran besar juga memiliki risiko bawaan yang lebih besar.   

Telah beberapa kali film bollywood dengan anggaran tinggi menarik perhatian penonton, akan tetapi pada saat rilis gagal menghibur penonton. Akibatnya adalah film tersebut tidak bekerja dengan baik di box office.  

Berikut ini adalah 8 film Bollywood anggaran besar yang gagal di box office:  

Ajooba (1991)  

Film superhero bollywood yang dibintangi Amitabh Bachchan sebagai pemeran utama adalah produksi bersama India-Soviet. Ajooba disutradarai oleh Shashi Kapoor bersama dengan pembuat film Soviet Gennadi Vasilyev.  


Film yang juga dibintangi oleh Rishi Kapoor, Dimple Kapadia, Sonam dan Amrish Puri ini dipenuhi dengan elemen fantasi yang menarik penonton . Akan tetapi konten film yang buruk dan eksekusi yang berantakan, berhasil meninggalkan banyak hal yang diinginkan. 

Dengan anggaran Rs. 8 crore, pada akhirnya Ajooba hanya meraih Rs 3,8 crore dan dinyatakan gagal di box office.  

Roop Ki Rani Choron Ka Raja (1993)  


Disutradarai oleh Satish Kaushik, film komedi aksi ini dibintangi oleh Anil Kapoor & Sridevi dalam peran utama. 'Roop Ki Rani Choron Ka Raja' juga didukung oleh Jackie Shroff dan Anupam Kher.
 

Pada saat dirilis, diinformasikan bahwa 'Roop Ki Rani Choron Ka Raja' ini adalah film India paling mahal dengan anggaran Rs 9 crore. Akan tetapi penonton tidak merasa cukup tertarik untuk menontonnya di layar lebar. 

Roop Ki Rani Choron Ka Raja adalah salah satu bencana terbesar dalam perfilman India.  

Raju Chacha (2000)  


Upaya Ajay Devgn untuk membuat film bioskop bersama Disney adalah untuk menyasar segmen anak-anak. Sayangnya, Raju Chacha gagal di box office.
 

Film ini dianggap paling mahal pada saat perilisannya. Dengan anggaran Rs 30,6 crore, Raju Chacha dibintangi oleh Ajay Devgn, Kajol, Rishi Kapoor, Johny Lever, Govind Namdeo dan Sanjay Dutt.  

Disutradarai oleh Anil Devgan, Raju Chacha menjadi bencana box office di tahun 2000. Film ini hanya menghasilkan Rs 8,6 crore. Untungnya, saat ini Raju Chacha menjadi salah satu film yang disukai oleh anak-anak.  

Thugs Of Hindostan (2018)  


Dibuat dengan anggaran sebesar Rs 310 crore,
Thugs of Hindostan dibintangi Aamir Khan, Amitabh Bachchan, Katrina Kaif & Fatima Sana Shaikh. Sayangnya, Thugs of Hindostan hanya bisa mengumpulkan Rs 151 crore di dalam negeri. Sementara perolehan di seluruh dunia sebanyak Rs 322,07 crore.

Dari angka tersebut nampak tidak rugi, karena masih lebih besar perolehannya. Akan tetapi, produser menyatakan bahwa TOH dianggap gagal. 

Disutradarai oleh Vijay Krishna Acharya, usaha Yash Raj Films ternyata gagal besar.  

Zero (2018)  


Film Shah Rukh Khan yang paling ambisius dan mahal hingga saat ini adalah film berjudul
Zero. Film ini disutradarai oleh Aanand L Rai. Dengan anggaran Rs 200 crore, film Zero hanya bisa menghasilkan Rs 186 crore secara global.  

Selain Shah Rukh Khan, film ini juga dibintangi oleh Anushka Sharma & Katrina Kaif. Zero menampilkan Shah Rukh Khan dalam peran seorang pria cebol.  

Kalank (2019) 


Film karya Abhisek Varman ini diproduksi oleh Dharma Productions dengan biaya Rs. 130 crores. Dibintangi oleh Madhuri Dixit, Sanjay Dutt, Alia Bhatt, Varun Dhawan, Aditya Roy Kapoor, Sonakshi Sinha, dan Kunal Khemu. Kehadiran multi-bintang di film ini cukup mendapat perhatian dari para penonton. 

Film ini memiliki awal pembukaan yang baik di box office, mengumpulkan 21,60 crore pada hari pertama. Secara total, Kalank berhasil meraih pendapatan kotor 95,65 crore di India dan 50,66 crore dari pasar luar negeri. Total pendapatan kotor di seluruh dunia sebesar 146,31 crore . 

Namun film tersebut tidak dapat mempertahankan momentumnya, dan segera mengalami penurunan pendapatan. Pada akhir masa penayangan di bioskop, Kalank dinyatakan gagal di box office.

83 (2021)


Drama olahraga biografi karya Kabir Khan ini berdasarkan kemenangan tim kriket India pada piala dunia 1983.  Sejak diinformasikan, 83 mendapat sambutan hangat. Bahkan hingga jelang perilisannya. Akan tetapi, 83 gagal di box office dan menjadi bencana Bollywood terbesar sepanjang masa.
 

Dibintangi oleh Ranveer Singh, film ini mengumpulkan Rs 109,02 crore di dalam negeri dan Rs 193,73 crore secara global. Film ini dibuat dengan anggaran Rs 260 crore.  

Samrat Prithviraj (2022)  


Disutradarai oleh Dr Chandraprakash Dwivedi,
Samrat Prithviraj menjadi salah satu kegagalan tebesar dalam sinema India. Dibuat dengan anggaran sebesar Rs 200 crore lebih, film ini hanya mengumpulkan Rs 55,05 crore di minggu pertama peluncurannya di India. Secara global, film ini telah mengumpulkan Rs 71,83 crore.

Film Samrat Prithviraj dibintangi oleh Akshay Kumar, Sanjay Dutt, Sonu Sood dan menandai debut akting mantan Miss World Manushi Chhillar.

Demikian artikel tentang 8 Film Bollywood Anggaran Besar Yang Gagal Di Box Office. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca semua. Jika ada hal yang ingin didiskusikan, silahkan tulis di dalam kolom komentar di bawah ini.

Apabila Anda menyukai artikel ini, silahkan klik tombol share yang ada di atas artikel ini. Anda juga bisa membaca artikel , sinopsis film India, atau gosip selebriti terbaru, semua hal tentang film India ada di halaman www.filmindia.my.id ini. Anda juga bisa menyaksikan film India Terbaru Subtitle Bahasa Indonesia disini.

Terima kasih telah berkunjung di halaman ini.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url