Review Film: State Of Siege - Temple Attack (2021)

FilmIndia.my.id --Film tentang pasukan khusus antiteroris India yang diperankan oleh Akshaye Khanna ini telah rilis pada tanggal 9 Juli 2021 di jaringan Zee5. Sama seperti pendahulunya State Of Siege 26/11 yang rilis di bulan Maret 2020, State Of Siege: Temple Attack terinspirasi dari kisah nyata.

Bagaimana ulasannya? 

Sinopsis Film State Of Siege: Temple Attack

Film ini dimulai di Kupwara, J&K, pada tahun 2001. Seorang putri menteri telah diculik oleh teroris. Dan operasi untuk menyelamatkannya dilakukan oleh pasukan komando NSG (Pasukan Khusus) yang dipimpin oleh Mayor Hanut Singh (Akshaye Khanna) dan Kapten Bibek (Akshay Oberoi). Beberapa tentara, termasuk Hanut, terluka selama misi penyelamatan ini, dan Kapten Bibek terbunuh. 

Mayor Hanut menderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat kejadian ini. Namun, ketika tugas memanggilnya kembali, Hanut harus mengesampingkan sisi lemahnya dan harus fokus untuk menjadi kuat secara fisik dan siap untuk menjalankan operasi berikutnya. Selama 9 bulan Hanut berusaha memulihkan PTSD-nya.

Pada tanggal 24 September 2002, ada 4 orang teroris sedang menuju kuil Krishna Dham Mandir, kuil paling besar di Gujarat. Kuil ini selain untuk tempat beribadah, juga terdapat area wisata religi di dalamnya. Ramai sekali pengunjungnya. Tak hanya orang dewasa, anak-anak sekolah juga menjadikan kuil ini sebagai tujuan wisata pembelajaran.

Poster Film State Of Siege-Temple Attact

4 teroris ini terdiri dari  Iqbal (Abhilash Chaudhary), Hanif (Dhanveer Singh), Farooq (Mridul Das) dan  Omar(Mihir Ahuja). Ke-4 orang ini dikendalikan dari Pakistan oleh Abu Hamza (Abimanyu Singh). Tujuan utamanya adalah menuntut pembebasan kawan mereka yang bernama Bilal Naikoo (diperankan oleh Mir Sarwar).

Segera setelah mereka tiba di kuil Krishna Dham Mandir, Iqbal dan kawan-kawan langsung membantai puluhan orang yang ada di dalam kuil. Puluhan pengunjung yang masih selamat, dikumpulkan di dalam kuil dan para teroris ini memulai misinya untuk pembebasan Bilal Naikoo dikirimkan kepada Perdana Menteri India.

Selama 112 menit durasi filmnya, kita akan menyaksikan Mayor Hanut bersama dengan Kapten Rohit Bagga (Vivek Dahiya) dan timnya berupaya untuk menyelamatkan sandera di kuil Krishna Dham Mandir.

Review Film State Of Siege - Temple Attack

State Of Siege: Temple Attack diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tanggal 24 September 2002 di kuil Akashardam Mandir, Gujarat India. Sesuai aturan perfilman di India, nama tokoh dan tempatnya harus dibuat tidak sama dengan kejadian aslinya menjadi kuil Krishna Dham Mandir. Mengangkat kembali kisah nyata ini berpotensi untuk membuka luka lama bagi para keluarga korban yang ditinggalkan oleh kejadian ini. Namun sebagai sebuah tontonan, State Of Siege: Temple Attack bisa menjadi sebuah tayangan yang menarik dan menegangkan.

Seperti halnya film-film pasukan khusus yang berusaha menyelamatkan sandera, State Of Siege: Temple Attack mengikuti template yang sudah ada di banyak film yang sejenis. Tak ada hal baru dalam guliran kisahnya. Semuanya mengalir dari satu titik ke titik lainnya persis sama dengan film kebanyakan. Hingga durasinya berakhir, saya tidak menemukan sesuatu hal yang baru. 

Skenario yang ditulis oleh William Borthwick dan Simon Fantauzzo sangat 'to the point'. Berharap ada dramatisasi yang bisa membuat film ini terasa lebih menyentuh, namun nyatanya tak ada satupun adegan yang membuat saya tersentuh. Ada beberapa adegan yang berpotensi untuk membuat haru, akan tetapi tidak berhasil karena kurangnya pendalaman karakter utama. Penonton tidak banyak tahu latar belakang tokoh utama dan motivasi-motivasi di balik tindakannya.

Adegan penuh aksi antara komando NSG dan teroris mampu dikoreografikan dengan baik oleh Mandhar Verma dan Rinku Bacchan. Meski tak se-spektakuler film sejenis, Tiger Zinda Hai misalnya, bebarapa adegan aksinya cukup membuat miris dan rasa tidak nyaman bagi penonton. 

Untuk adegan-adegan yang diambil di lokasi pegunungan Manali yang indah dan mempesona, kita seolah diajak traveling ke bagian lain dari India. Poin plus ini bisa kita alamatkan kepada Sinematografi Tejal Pramod Shetye.

Semua aktor memberikan kinerja yang memuaskan, memberikan persis seperti apa yang diharapkan dari kinerja mereka. Parvin Dabas memerankan Kolonel Nagar, komandan NSG yang telah melakukan yang proporsional untuk perannya. Mayor Hanut Singh, diperankan oleh Akshaye Khanna, dan timnya, yang meliputi Vivek Dahiya sebagai Kapten Rohit Bagga dan Gautam Rode sebagai Mayor Samar Chauhan, semua tampil apik.

Mayor Hanut Singh diperankan oleh Akshaye Khanna

Di masa lalu, kita telah menyaksikan Akshaye Khanna berseragam tentara di film-film seperti 'Border', 'LOC Kargil', sehingga perannya sebagai Mayor Hanut Singh bukanlah hal yang luar biasa. Aktor berseragam ini tidak terlihat dalam situasi pertempuran yang penuh resiko dan berdarah-darah, sehingga membuat penggambaran mereka sebagai perwira tentara lebih realistis. Sebagai bintang tamu, Sameer Soni sebagai Ketua Menteri Manish Choksi dan Akshay Oberoi sebagai Kapten Bibek memiliki peran yang cukup berpengaruh.

Dan kepada para pemeran teroris, mereka sukses membuat penonton sebal dan membencinya. Ini artinya mereka berhasil melakukan perannya dengan baik.

Penutup

Film berdurasi 112 menit ini memang didedikasikan untuk tentara NSG/Pasukan Khusus India. Menceritakan kembali kisah nyata yang merenggut banyak korban mungkin akan memunculkan kenangan yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang, tetapi sebagai sebuah tontonan, State Of Siege: Temple Attack masih sangat layak untuk ditonton.

Saksikan film State Of Siege: Temple Attack dengan subtitle bahasa Indonesia di Nitnutflix.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url