SINOPSIS FILM INDIA MEE RAQSAM (2020)

"Usir orang kafir ini dari masjid, dia tidak layak untuk berada bahkan di sekitar masjid", perintah Hashim (Naseruddin Shah) sang pemuka agama.

"Bisa saja kau menjauhkanku dari Masjid, tapi kau takkan pernah bisa menjauhkanku dari Tuhanku", jawab Salim (Danish Husain) dengan santun.
Salim, seorang penjahit di desa Mijwan. Bersama Maryam, putri satu-satunya baru saja berduka karena  istri Salim meninggal dunia.

Maryam sangat menyukai tarian India, seperti yang selalu diajarkan ibunya dari hasil menonton film. Mariam menemukan penghiburan dalam tarian klasik Bharatanatyam. Bahkan saat dia berjalan ke sekolah, tangannya bergerak lentik menirukan tarian itu. Salim sangat mendukung keinginan Maryam. 
Tetapi seorang gadis Muslim yang tertarik belajar tarian yang dianggap Hindu, sangat mengganggu masyarakat Mijwan. Keluarga Besar Maryam, pendeta, pelindung budaya seni Hindu, dan tentu saja masyarakat muslim, mereka semua berdiri bersama untuk menentang keinginan Salim dan Maryam. 

~~o0o~~

Menonton film ini bener-bener membuat saya terpesona. Tak hanya karena tariannya, tetapi dialog-dialog cerdasnya mampu membuat saya betah. Durasinya untuk ukuran film India tergolong singkat, hanya 1 jam 36 menit. 

Hubungan Bapak-Anak yang saling mendukung di tengah tekanan masyarakat dan ekonomi ini mampu bikin dada saya sesak. Ingin menangis tapi tak sanggup meneteskan airmata. Dan pada klimaksnya, airmata itu tumpah dengan sendirinya..😭😭😭

Skip.. skip... Lanjut lagi nulisnya.
Cerita karya Safdar Mir dan Husain Mir, memang sederhana dan dramatis. Tapi Baba Azmi membuatnya terlihat indah. Tidak ada konfrontasi atau kerusuhan. Tidak ada juga pidato-pidato penuh pesan moral. Semuanya dibuat dengan cara yang sangat sederhana dan natural. Justru kesederhanaan ini menambah kesan kegigihan perjuangan Maryam dan Salim. 

Salim yang diperankan oleh Danish Husain menjadi tulang punggung film ini. Salim adalah seorang penjahit yang rendah hati tetapi pemahamannya tentang seni dan agama jauh lebih canggih daripada pemahaman ulama Hashim yang diperankan oleh Naseeruddin Shah. 

Salim sangat sopan dan cuek dengan segala ancaman yang mengintainya. Dia melawan dalam diam. Bahkan saat diancam, dia tetap sopan. Danish Husain sukses menggambarkan Salim yang gigih dan semangat untuk melakukan apa yang dianggapnya benar. 
Aditi Subedi sebagai Maryam tentu saja tidak memiliki pengalaman akting, karena ini adalah debutnya. Akan tetapi kekakuan dan momen-momen canggungnya terasa alami dan menawan. Kolaborasi Danish Husain dan Aditi Subedi sukses menghasilkan kehangatan yang terasa alami.

Karakter lain selain Salim dan Maryam, tidak memiliki kedalaman yang cukup. Mereka adalah stereotip, hanya untuk memenuhi fungsi naratif penceritaan. Seperti Rakesh Chaturvedi Om yang berperan sebagai donatur sekolah Bharatanatyam di Mijwan. Atau Naseruddin Shah pemeran ulama, hampir sama saja. Tokoh Hashim diperlukan hanya untuk menarasikan film agar terus bergerak mengikuti perjalan tokoh utama.
Film ini diproduseri oleh Shabana Azmi dan disutradarai oleh saudaranya, Baba Azmi. Mee Raqsam artinya Aku Menari. Didedikasikan penuh untuk sang ayah, Kaifi Azmi.

Kaifi Azmi meninggal pada tahun 2002. Beliau adalah salah satu penyair Urdu paling terkenal di India. Selain itu Kaifi dikenal juga sebagai penulis lirik lagu terbaik yang pernah dimiliki industri perfilman India.  Sebut saja lagu  'Waqt Ne Kiya Kya Haseen Sitam' dari ost. M Kaagaz Ke Phool ,  atau lagu 'Ab Tumhare Hawaale Watan Saathiyon' dari film Haqeeqat, dan 'Chalte Chalte' dari  film Pakeezah. Judul-judul itu hanyalah beberapa dari lagu ikonik yang pernah beliau tulis. 

Kaifi Azmi secara konsisten menulis tentang bahaya fanatisme agama dan sangat mendukung pluralisme budaya komposit India melalui karya-karyanya. Kaifi selalu menyampaikan idenya secara brilian tentang harmoni dan perdamaian dalam sebuah puisi, lirik lagu, dan juga film.

Mee Raqsam, sebuah karya sederhana tetapi penuh makna sudah bisa disaksikan di Nitnutflix sekarang juga.👌👏

----o0o----

Sutradara: Baba Azmi
Penulis: Safdar Mir, Husain Mir
Pemeran: Danish Husain, Aditi Subedi, Naseeruddin Shah
Sinematografer: Mohsin Khan Pathan
Editor: Pooraj Kapoor
Rilis Digital : ZEE5

Posted by : Uziek

Next Post Previous Post
2 Comments
  • Nizam
    Nizam 8 Oktober 2020 07.24

    Otw cari ni film moga aja dah ada subs indonya

    • Uziek
      Uziek 18 Oktober 2020 18.43

      Sudah ada di nitnutflix, tempat nontonnya bollymania di Indonesia

Add Comment
comment url