REVIEW FILM INDIA: MARJAAVAAN (2019)

ULASAN FILM: MARJAAVAAN

Sejak dirilisnya lagu Tum Hi Aana, yang merupakan lagu andalan dari film Marjaavaan, hampir di setiap program acara di Nitnut Radio, lagu ini direkues oleh pendengar. Lagu yang dinyanyikan Jubin Nautiyal ini sukses merasuk ke dalam jiwa-jiwa galau terdalam pecinta bollywood di Indonesia. Tentu saja, filmnya pun menjadi yang paling dinanti.

Sayangnya, Marjaavaan tidak tayang di Indonesia. Rasanya itu persis seperti cowok yang setia dan rela jadi ojek pribadi cewek yang dicintainya, eh giliran si cewek menikah, nikahnya sama orang lain. Amsyong banget, kan?

Beruntunglah, penantian ini tak perlu panjang dan lama. Genap 2 bulan sejak tanggal rilisnya di India, versi downloadnya sudah ada. Jiwa malang saya yang tinggal di kota kecil --yang seringkali bioskopnya tak kebagian film India-- bisa terobati.

Plotnya sendiri sudah bisa ditebak sejak trailernya di rilis. Seorang preman jatuh cinta pada gadis bisu. Tapi bos si preman malah nyuruh menghabisi si gadis itu. Preman itupun patuh. Matilah gadis itu. Mas preman menyesal, lalu balas dendam.

Sudah, gitu aja ceritanya. Sesederhana itu ceritanya, tapi di kemas selama 2 jam 31 menit. Terlalu lama sih menurut saya, tapi penonton di negara +62 ini suka. Bahkan bisa membuat baper berjemaah.

Itu semua berkat 9 Lagu yang nenghiasi jalan ceritanya. Penempatan lagunya pas. Nama-nama beken dari T-Series seperti Neha Kakkar, Arijit Singh, Jubin Nautiyal, Tulsi Kumar, dan Dhvani Bhanushali turut andil sebagai pengisi lagu. Mereka semua adalah PBS masa kini yang disukai Bollymania.

Saya pun menikmati Marjaavaan karena lagunya, cocok di telinga saya. Apalagi ada Jubin Nautiyal yang idola saya itu. Beuhhh... Jiwa melankolis yang meronta-ronta itu akhirnya bisa tersalurkan dengan baik dan benar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


DIALOG KONYOL FILM MARJAAVAAN

Diantara tokoh-tokohnya, saya suka Wisnu yang diperankan oleh Ritesh Deshmukh. Villain cebol ini berusaha keras tampil sangar/menyeramkan. Tapi gagal.

Di setiap kehadirannya, saya selalu ngakak. Bukan karena cebolnya, tapi karena usaha kerasnya untuk tampil seram dengan dialog-dialog sok bijak tapi lucu. Dia selalu melontarkan pertanyaan yang dia jawab sendiri dengan konyol. Persis seperti Cak Lontong yang melontarkan Joke. 🤣🤣🤣

~o0o~

Tahukah kau, apa hal terbodoh di dunia ini? Ya, ketika dua orang botak berkelahi merebutkan sisir." Lalu Wisnu menatap lawan bicaranya dengan tatapan dingin.


~o0o~

Tahukah kau, apa persaingan terberat itu? Ya, ketika seorang pria kencing berdiri sambil menghadap Niagara" Lalu Wisnu menatap lawan bicaranya dengan tatapan dingin dan senyum sinis.

~o0o~

Banyak lagi dialog konyol --tapi benar-- yang dilontarkan oleh Wisnu. Dialog-dialog ini luput dari perhatian penonton yang terlanjur benci pada Wisnu, tapi simpatik pada Raghu dan Zoya.

Protagonis kita adalah Raghu dan Zoya. Mas preman yang mendadak ingin insyaf karena jatuh cinta itu diperankan oleh Sidhart Malhotra. Dan si cantik nan bisu itu, Zoya diperankan oleh Tara Sutaria, pendatang baru yang kehadirannya mengingatkan saya pada Rani Mukherjee 25 tahun lalu. Lumayanlah akting keduanya.

Rakul Preet Singh --yang cantiknya berhasil membuat saya menambah koleksi foto-fotonya di galeri-- tampil bagus juga. Saya menunggunya kembali hadir di film bollywood mendatang.

Ada juga Nora Fatehi, kehadirannya hanya untuk menari di lagu Ek Toh Kum Zindagani. Cukup membuat 'hot' suasana nonton kali ini, percayalah. (uziek)


MARJAAVAAN

Directed by Milap Zaveri
Produced by Bhushan Kumar, Krishan Kumar, Divya Khosla Kumar, Monisha Advani, Madhu Bhojwani, Nikkhil Advani
Written by Milap Zaveri
Starring Riteish Deshmukh, Sidharth Malhotra, Tara Sutaria, Rakul Preet Singh
Music by Songs: Tanishk Bagchi, Meet Bros, Payal Dev, Yo Yo Honey Singh, Aditya Dev, Sanjoy Chowdhury
Score: Sanjoy Chowdhury
Cinematography Nigam Bomzan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url