RAHUL PEJUANG JOMBLO DARI BOLLYWOOD

"Jomblo itu nasib, gak pacaran itu prinsip"

Ini adalah jawaban keren dari seorang jomblo terlantar yang pernah saya dengar.  Selain mempertegas perbedaan nasib dengan pilihan prinsip, faktanya adalah keduanya sama-sama tidak memiliki pasangan.


Memang sih, para jomblo ini selalu kreatif dalam memberi jawaban ketika mereka menjadi objek perundungan. Setidaknya hal ini membuktikan bahwa status jomblo bisa meningkatkan kreativitas seseorang.

Jadi, buat kamu-kamu yang merasa gak kreatif atau kehilangan daya kreativitasmu, menjomblo-lah mulai sekarang. Tapi jangan sampe ngenes dan terlantar yah.. Karena hanya fakir miskin dan anak terlantar yang ditanggung negara, jomblo tidak.


-----

Raditya Dika sebagai mantan pejuang terdepan kaum jomblo, memulai karirnya dalam dunia perjombloan sekitar tahun 2010 melalui Twitter. Perjuangan gigihnya pun ditingkatkan menjadi blogger, lalu youtuber, trus menjadi stand-up comedian, dan terakhir sebagai pelaku film multitasking - pemain, penulis skenario, produser, dan sutradara-. Sungguh sebuah pencapaian yang hakiki dan layak menjadi suri tauladan bagi para jomblo di negeri ini.

Namun sayang, ketika sukses datang bertubi-tubi, kesuksesan tertinggi bagi seorang jomblo pun ingin dia raih. Dan seperti yang telah kita ketahui bersama - wahai para jomblo yang budiman, KTP Raditya Dika kini tertulis sebagai seseorang yang berstatus KAWIN. Habis sudah kiprahnya sebagai seorang pejuang jomblo dan peduli pada nasib para jemaahnya.

Dan kisah epic seorang pejuang jomblo sejati ini dinyatakan tamat, The End.

-----

Apa yang dilakukan Raditya Dika sebagai seorang pejuang jomblo, juga pernah dilakukan oleh Rahul pada tahun 1998 di India sana. Tak mirip-mirip banget, sih. Pasti lebih dramatis kisah dari negeri sungai gangga ini.

Rahul adalah seorang jomblo plus plus satu anak, Anjeli namanya. Sebagai seorang jomblo, dia bertekad untuk hidup mandiri. Masak masak sendiri, makan  makan sendiri, mandi mandi sendiri, tidur pun sendiri.  Terkadang mandi kembang tengah malam pun dia lakukan, sendiri.

Anaknya? Tenang, Rahul masih punya ibu yang sukarela mengasuh anaknya.

Sebagai seorang jomblo, Rahul harus berjuang keras mengakhiri statusnya sebagai jomblo.  Rahul menyadari, kejombloannya ini gak terlalu keren-keren banget. Apalagi ketika dia harus tugas ke luar kota dan menginap, saat sang resepsionis hotel membaca KTP-nya, disitu terpampang nyata "status perkawinan ; DUDA". Masak cowok seganteng Rahul -meski gak ganteng-ganteng banget,sih-  harus menyandang status Duda?

Di tempat kerja pun demikian. Gaji Rahul harus dipotong pajak penghasilan lebih banyak dibandingkan dengan potongan gaji teman-teman sekantornya yang jomblo juga. Hal ini karena status jomblo plus plusnya terdaftar sebagai  "TK/1 - Tidak Kawin Anak Satu".

"Jomblo ini harus di akhiri", batin Rahul.

Tekadnya makin bulat ketika sang anak menginginkan ibu baru yang bernama Anjeli, seperti namanya.

APA? Harus bernama Anjeli juga?

Sebagai jomblo, tentu ini adalah tugas berat. Gimana gak berat, kawan? Dirinya saja terseok-seok melepas status kejombloannya, apalagi harus mendapatkan ibu baru bagi Anjeli, anaknya. Dan calon Ibu itu harus bernama Anjeli pula.

Mendengar pinta sang anak, Rahul hanya tersenyum. Malamnya, dipojokan kamar yang gelap dan sunyi, Rahul membentur-benturkan kepalanya sendiri ke tembok, hadeeeuuuuhhhh. 

"Ini tugas berat, kawan! Kau tak akan kuat. Biar aku saja" kata Rahul suatu saat kepada teman-temannya sesama jomblo di kantornya.


"Wajahnya kinyis-kinyis, bodi-nya semolohai, dan yang paling penting, dia juga jomblo. Pasti cocok buat papahku yang jomblo" batin Anjeli kecil. Rupanya Anjeli kecil bertemu seorang guru pembina pramuka yang bernama Anjeli juga saat kemping liburan. Segera Anjeli kecil minta dijemput sang papah tercinta. Tak lain dan tak bukan, maksud dan tujuannya untuk mempertemukan Papah dengan Anjeli si guru pembina pramuka. "Yes, sebuah ide brilian untuk mengakhiri status jomblo papah!!!"

Singkat kata singkat cerita, Rahul berhasil dipertemukan dengan Anjeli si guru pembina pramuka. Namun seperti kata pepatah, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, Anjeli sudah bertunangan dengan Aman. Dia akan segera menikah setelah acara kemping liburan.


Seperti halnya kebanyakan kisah-kisah bollywood yang lain, diakhir cerita Rahul berhasil meyakinkan Anjeli si guru pembina pramuka untuk menikah dengannya plus menjadi ibu tiri dari anaknya, yang bernama Anjeli juga. Dan hukum keseimbangan pun berlaku, ketika ada seseorang bahagia, ditempat lain ada seseorang yang bersedih. Rahul sukses mempersunting Anjeli, sekaligus membuat tunangan Anjeli menjadi Jomblo -sampai sekarang.

----

Wahai para jomblo yang budiman, pesan moral dari cerita ini adalah "Untuk melepas status jomblo, buatlah orang lain menjadi jomblo".


Sungguh sebuah pesan moral yang sangat berfaedah dan menginspirasi bagi para jomblo sedunia. Terima kasih Rahul, kisahmu akan selalu hidup dalam sanubari.

Next Post Previous Post
2 Comments
  • fundi
    fundi 22 Agustus 2018 21.33

    Mau info nih buat pecinta film bollywood ada film buatan bank dbs yang menarik banget nih menurut aku emang masih baru trailer doank tapi versi fullnya bakal muncul sebentar lagi https://www.facebook.com/dbs.id/videos/1866620523384842/ walaupun ini buatan bank dbs tapi menurut aku bagus banget filmnya mau menunjukan bahwa banyak orang juga yang peduli dengan masalah isu sosial di india termasuk bank dbs juga

  • Unknown
    Unknown 18 Oktober 2018 14.30

    Thanks for info https://bit.ly/2wQOcqr

Add Comment
comment url