Review Film Pari - Not A Fairytale



Sinopsis

Arnab (Parambrata Chatterjee) adalah pria yang telah cukup usia untuk menikah. Orang tuanya berusaha mencarikan jodoh untuk Arnab, karena mereka tahu bahwa putranya adalah seorang yang introvet. Piyali (Ritabhari Chakraborty) adalah gadis yang dipilihkan orangtuanya.

Selepas perkenalan dengan Piyali, Arnab beserta kedua orangtuanya kembali pulang ke rumahnya. Perdebatan Arnab dengan kedua orangtuanya dalam perjalanan pulang menyebabkan mobil yang mereka kendarai menabrak seseorang hingga meninggal dunia.

Merasa bersalah atas kejadian itu, Arnab beserta polisi berusaha mencari keluarga korban. Menurut penduduk sekitar lokasi kejadian, ibu tua yang menjadi korban itu tinggal di tengah hutan bersama anak gadisnya.

Namun, semua orang merasa takut untuk kenal keluarga itu, bahkan untuk mendekati rumahnya saja mereka tak berani. Selain ibu tua itu suka membawa anjing liar dan memeliharanya, rumahnya terkesan angker dan menakutkan.

Tiba di rumah itu, Arnab menemukan seorang gadis yang kakinya dibelenggu rantai panjang. Wajahnya yang kumal dan ketakutan ketika melihat orang asing, membuatnya lari dan bersembunyi.

Dengan susah payah, akhirnya Arnab berhasil membawa gadis itu untuk memberikan pernyataan dan mengurus jenasah sang ibu di rumah sakit.

Sementara itu di rumah sakit, ketika 'tim dokter' melakukan visum terhadap jenasah korban kecelakaan, mereka menemukan sebuah simbol sekte Oladhchakra pada lengan korban. Sekte ini adalah sekte pemuja setan yang meyakini bahwa Ifrit sang putra mahkota dari Kerajaan Setan sedang membangun kerajaan barunya di muka bumi.

Dari sini kemudian ketegangan demi ketegangan dan misteri yang menyelimutinya mulai digulirkan. Melalui beberapa scene flashback ke tahun 1992, keberadaan sekte Oladhchakra dan perseteruan dengan kelompok lain diceritakan.

Lantas apa hubungan gadis muda yang kemudian diketahui bernama Rukhsana (Anushka Sharma) dengan Sekte Oladhchakra? Bagaimana dia harus melalui hidupnya seorang diri, sementara selama ini hidupnya hanya di tengah hutan serta dalam keadaan terbelenggu pula?

Saksikan Pari Not A Fairytale. Dalam 2 jam 30 menit, semua pertanyaan itu akan segera terjawab.



Anushka Sharma Is Back !!!

Tak lama setelah bulan madunya bersama suami tercinta, Pari yang dibintangi dan diproduseri oleh Anushka Sharma dengan benderanya Clean Slate Films, resmi di release. Sama dengan 2 produksi sebelumnya, Anushka tampil gemilang dengan peran yang cukup berani out of the box.

Sebelumnya di film NH 10 Anushka harus menjadi ratu tega dengan membantai habis seluruh penjahat. Adegan merokoknya selepas menghabisi musuh-musuhnya, sungguh sebuah scene yang sangat memorable. 😍😍😍😍

Di film keduanya, Phillauri, Anushka Sharma mampu menjelma menjadi hantu manis yang menggemaskan. Tak hanya lucu dan seru, Phillauri sukses membuat penontonnya terharu dan sedih.. hiks..hiks.. 😭😭😭😭.

Dalam Pari, Anushka tampil dekil dan kumal. Gagap ketika bertemu manusia lain. Di saat yang lain, dia harus tampil ganas sekaligus menyeramkan.

Lihat bagaimana dia harus menyedot darah anjing bak vampir yang kehausan... sekali lagi, ini adalah scene yang sangat memorable bagi saya. Hanya Anushka yang mampu melakukannya.



Aktor-aktor yang lain pun tak kalah meyakinkannya. Sang Profesor yang berdarah dingin.. tenang sekaligus kejam dalam waktu bersamaan. Dukun Sakti Kalapori pun sangat menyeramkan (dan menjijikkan).

Plot Cerita

Sebenarnya tak ada yang baru dari guliran kisah yang ditawarkan Pari, khususnya bagi para pecinta film horor atau thriller. Jika boleh saya bandingkan, cerita Pari kurang lebih sama dengan film Pengabdi Setan. Teknik jump scare-nya 11-12 dengan film yang saya sebutkan tadi.

Nukilan kisah jin ifrit yang melegenda itu dikemas sangat apik dan mencekam. Perseteruan sekte iblis dengan sekelompok orang yang berjuang untuk membasminya adalah formula lama yang selalu diulang dalam banyak film dari berbagai negara.

Namun, bukan bollywood namanya jika tak menghadirkan kisah yang berbeda. Pari berhasil meramu guliran kisah misteri, menegangkan, sekaligus mengharukan dalam waktu bersamaan. Romansa yang dihadirkan bukan sekedar tempelan sebagai pemanis kisah. Romansa itu ada dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Pari.

Tak banyak film horor yang mampu membuat kalian ketakutan sekaligus terharu. Pari mampu melakukannya. Percayalah.

Kontroversi Agama

Beberapa adegan memang menunjukkan ritual agama tertentu. Akan tetapi, saya yakin tujuannya bukan untuk bermaksud melecehkan. Keberadaan agama disini diperlukan untuk menggulirkan kisahnya. Bagaimana mungkin kisah 'aliran sesat' harus bertarung dengan 'aliran lain' yang tak sesat jika tak melibatkan agama dalam penuturannya?

Semuanya kembali pada subyektifitas penonton. Satu orang beragama yang berbuat jahat, bukan berarti agamanya yang dianutnya jahat. Dia hanya oknum yang bertindak untuk dan atasnama egonya yang dikemas secara agamis. Dan orang semacam ini ada hampir di semua agama.

Be smart people !!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url