REVIEW FILM TIGER ZINDA HAI

SINOPSIS FILM TIGER ZINDA HAI

Perang selalu meminta korban, bahkan dari mereka yang tak mengerti apa-apa. Semua orang pasti tak akan menyukai perang. Namun perang masih saja terus terjadi dengan berbagai alasan idealisme yang harus diperjuangkan.

Tema perang seringkali menjadi kisah utama atau minimal sebagai latar belakang dari cerita film. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa perang itu tidak enak, perang itu membutuhkan korban, perang itu perlu biaya, dan pastinya perang membutuhkan seorang pahlawan.

Untuk melahirkan seorang pahlawan, dibutuhkan sebuah perang. Demikianlah cerita Tiger ini dibangun. Perang dingin antara India vs Pakistan adalah latar belakang yang tepat untuk menciptakan seorang pahlawan yang bernama TIGER.

Semesta Tiger adalah konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan. Dalam sekuel yang pertama - Ek Tha Tiger, Tiger yang seorang agen intelegen India (RAW) harus memilih antara tugas negara atau cintanya kepada Zoya, seorang agen intelegen Pakistan (ISI).

Lika liku cinta antara dua manusia yang jatuh cinta dan harus memperjuangkan cintanya hanya karena mereka berbeda kewarganeraan. Masing-masing negara merasa terancam jika kedua orang ini bersatu. Untuk itu, keduanya harus segera dimusnahkan. Tentu, diakhir kisah mereka diceritakan berhasil lolos dari ancaman kedua negara yang justru sangat mereka cintai.



8 tahun berlalu, kehidupan Tiger dan Zoya telah berubah. Kini mereka adalah sepasang suami-istri yang telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Mereka hidup damai dan tentram penuh kebahagiaan di pedalaman Austria.

Benarkah mereka hidup damai?

Tentu tidak. Seperti yang telah saya sebutkan di atas, perlu sebuah perang untuk melahirkan seorang pahlawan. Maka kasus penyanderaan warga India dan Pakistan oleh sekelompok teroris di negeri Syiria adalah hal yang tepat untuk melanjutkan kisah sang pahlawan.

Operasi penyelamatan sandera oleh Tiger dan Zoya beserta timnya inilah yang mengalir sepanjang 157 menit durasinya.

Pada babak pertama, kita akan dikenalkan pada konflik yang ingin dibangun. 25 mahasiswi keperawatan asal India baru saja menyelesaikan magang di sebuah rumah sakit di kota Ikrik. Mereka berencana pulang, kembali ke kampusnya dengan mengendarai bus. Mendadak ditengah jalan ada pertempuran antara sekelompok teroris dan pasukan tentara. Kondisi yang terjebak, menyebabkan teroris itu menyandera para mahasiswi yang malang itu.

Bagian selanjutnya, adalah bagian review untuk kembali mengingatkan penonton kepada para tokoh dalam semesta Tiger. Kesibukan kantor pusat RAW dan kebingungan mereka terhadap nasib warga negara India yang disandera teroris.

Kali ini Shenoy (Girish Karnad) - mantan bosnya Tiger, nampak semakin tua dengan selang yang melilit sepanjang hidungnya. Dia masih bersemangat di usianya yang semakin renta. Tentu saja, Tiger adalah pilihan terbaiknya untuk menyelamatkan para sandera. Dengan dibantu oleh Pawan (Nawab Shah), seorang agen muda yang dipercaya untuk mencari keberadaan Tiger dan menjalankan misi.

Di sisi dunia yang lain, Avinash Singh Rathore alias Tiger (Salman Khan) sedang menikmati kehidupan bahagianya. Kemampuannya sebagai seorang (mantan) agen Intelegen masih melekat pada dirinya. Pun demikian dengan Zoya (Katrina Kaif). Berdua mereka membesarkan buah hatinya.

Ketentraman keluarga ini harus terenggut oleh kehadiran Shenoy dan Pawan. Dari sini permasalahanpun mulai digulirkan. Misi rahasia harus dijalankan. Keselamatan sandera harus diutamakan. Dan seterusnya.

Apakah Tiger dan Zoya mampu untuk menyelamatkan nyawa para sandera itu? 

REVIEW FILM TIGER ZINDA HAI

Benar, se-standar itu cerita Tiger Zinda Hai mengalir. Dan memang, Tiger ini adalah film yang sengaja dibuat untuk tujuan hiburan. Pemuas dahaga para penggemar Salman Khan, dan tentu saja Katrina Kaif. Produser tahu banget potensi penontonnya, die hard fans of Sallu Bhai. Yang penting Salman tampil heroik, tangguh, dan tentu saja tak terkalahkan. Penonton puas, Produser puas, keuntungan didapat. Beres.

Abaikan logika, semua mengalir bahkan dengan kebetulan-kebetulan yang entah bagaimana prosesnya, yang penting jagoan selamat, yang penting hero tampil tangguh, cool, dan keren.

Tak ada twist yang mengejutkan. Jadi, duduklah dengan manis dan nikmati pertunjukannya. Jangan banyak protes.

Kali ini nyaris tak ada aksi slowmotion yang biasanya ditampilkan Salman Khan. Masih terasa realistis, meski suara kurang mantab. Namun yang mencuri pertunjukan justru aksi Katrina Kaif. Ali Abbas Safar tahu betul, Katrina Kaif mempunyai kendala dalam ekpresi dan dialog hindi. Untuk itu, keunggulan komparatif yang dimiliki Katrina, yaitu tubuhnya yang seksi benar-benar dioptimalkan. Sayangnya hanya sedikikit scene yang mengekplore kemampuan aksi dari si cantik ini.

Paresh Rawal yang juga cukup meyakinkan sebagai mediator intelegen. Menyebalkan sekaligus lucu dalam waktu bersamaan. Muka bunglonnya bikin gemes-gemes gimana, gitu.

Lucu? Iya, lucu.

Film ini adalah paket komplit entertainmen. Dramanya ada, aksinya banyak, dan komedinya juga dapat. Komedi hadir lewat dialog-dialog antar tokohnya yang ditempatkan pada situasi yang tepat, sehingga bisa memancing tawa penonton. Kebanyakan tentang sindiran ketegangan hubungan India - Pakistan. Bahkan, ringtone dan kode sandi penghubung mata-mata pun mampu membuat penonton tertawa ngakak. Saya juga 😄😄😄

Performa pendukung yang lain pun pas. Mereka ada tak sekedar sebagai tempelan pelengkap cerita. Satu hal yang disayangkan, kehadiran Junior di bagian awal terasa sia-sia karena tidak berdampak apa-apa pada jalan cerita selanjutnya. Andai Junior ikut dilibatkan dalam konflik, pasti akan lebih dramatis.

Di bagian lagu, ada 2 buah lagu yang dihadir dalam film, dan 1 lagu di bagian credit title. Lagu Dil Diya Gallan cukup membawa suasana romantis dan baper, sedangkan lagu Tera Noor mampu membangkitkan semangat juang dalam nada-nada syahdu yang mengiringi adegannya. Swag Se Swagat? Saya suka goyangan si Katrina Kaif. 😍😍😍

Dan hasilnya? Dalam waktu 7 hari Tiger Zinda Hai telah meraup 206 Crore atau setara 450 Milyar Rupiah. Ini hanya di India saja. Belum termasuk yang dari luar negeri. Secara global telah mengahasilkan 341 Crore (setara 750 Milyar Rupiah) hanya dalam 7 hari. Dan menempatkan Tiger Zinda Hai sebagai film terlaris dalam 7 hari sepanjang sejarah perfilman India. Sementara SULTAN yang juga dibintangi Salman Khan menduduki peringkat pertama dengan penghasilan sebesar 396.60 Crore dalam 7 hari.

"Semua orang pandai berburu, tapi tak ada yang bisa berburu sebaik Tiger". Kalimat ini seolah ingin menegaskan bahwa Salman Khan adalah pemburu Rupee terbaik saat ini. Saksikan kado penutup tahun yang spesial dari Salman Khan. (uziek)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url