THE SKY IS PINK REVIEW

"Kenapa kau menangis, Nak?" πŸ€”tanya sang mama kepada anaknya yang terpisah jarak ribuan kilometer, melalui telpon.

"Aku tadi di kelas dihukum oleh bu guru, hiks.. hiks..!"😭😭 Ishaan yang baru berusia 7 tahun itu terisak menjawab pertanyaan mamanya.

"Kenapa kau dihukum?"πŸ€”

"Karena aku menggambar langit dengan warna pink, hiks.. hiks.." 😭😭😭

~~o0o~~

 

Akhirnya saya bisa kelar menonton film ini bersama Siti Zubaida dan mantan pacar saya, hari kemarin selepas hujan lebat yang mengguyur sebagian besar kota Malang di sore itu. Sengaja menonton film ini rame-rame, agar saya tidak baper sendirian... 🀭

Dari beberapa review yang saya baca di website sejak pertama kali film ini dirilis, The Sky Is Pink sudah terlihat bakalan menguras airmata. Terbukti, saat tayang di Indonesia, Mak Aida Ciplux -- yang menonton di hari pertama dan jam pertama, langsung berkomentar, "Sejak 15 menit pertama hingga film usai, sudah dibikin mewek oleh para pemain The Sky Is Pink. Sungguh sebuah film yang akan membuat penjual tissue akan berbahagia."

Wow 😱😱😱, sedahsyat itukah?

Karena saya baru bisa menonton versi online-nya, maka baru sekarang saya bisa membagikan pengalaman menonton film The Sky Is Pink ini.

Dan hasilnya???

Puas banget bisa menonton akting berkelas dari para pemainnya. Pasangan Farhan Akhtar dan Priyanka Chopra (kembali) berhasil memerankan pasangan suami-istri yang terasa nyata. Iya, bener-bener pasangan nyata di dalam film itu. Mereka menyatu dengan tokoh yang diperankannya. Melihat pasangan Niren- Adity Chaudary ini serasa bukan Farhan ataupun PC -- singkatan untuk Priyanka Chopra.

Mereka berantem, hati ini rasanya ikut panas.  Mereka bercanda, hati inipun turut bergembira. Mereka stress, pikiran saya pun terasa berat dengan beban yang mereka hadapi. Dan....  ketika mereka bermesraan, saya pun rasanya ingin memeluk seseorang..🀭🀭🀭🀭.

Skip.. skip... Skip.

Zaira Wasim sebagai Aisha Chaudary, tak kalah hebatnya. Artis temuan Aamir Khan ini layak menyandang gelar aktris masa depan. Talenta beraktingnya luar biasa keren. Penderitaannya sebagai remaja yang mengidap penyakit, mampu dihadirkannya dengan spektakuler. Sayang sekali, dia pamit mengundurkan diri dari gemerlapnya dunia bollywood.

Rohit Suresh Saraf pun terasa natural sebagai Ishaan Chaudary, kakak Aisha yang berpura-pura tegar dengan kondisi keluarganya. Suara dan wajah ceria ketika berbicara dengan Aisha, lalu tiba-tiba cemas ketika dia tak berhadapan dengan Aisha, sangat natural. Yups, ke-4 tokoh utama di film ini semuanya tampil natural, seperti bukan sedang berakting. Keluarga Chaudary ini saling bahu-membahu menghadapi cobaan yang melanda mereka.

Berawal dari kelahiran Aisha yang sempat menjadi perdebatan diantara Niren dan Aditi semasa diketahui tentang kehamilannya, Aisha mungil itu dinyatakan mengidap SCID, penyakit kelainan gen yang menyebabkan kerentanan terhadap bakteri dan virus. Untuk mengobatinya, RS India tak sanggup. Aisha kecil itu harus dibawa ke London. Konon disana ada dokter yang sanggup mengobatinya. Habis-habisan Niren memboyong Aisha ke London untuk menemui kenyataan bahwa biaya pengobatan itu tak murah. 120.000 Poundsterling.

Berbekal kemampuannya berbicara di depan publik, Niren berhasil mengumpulkan donasi melalui radio untuk biaya pengobatan Aisha. Dalam waktu singkat donasi itu terkumpul, bahkan lebih dari yang dibutuhkan. Proses pengobatan Aisha pun berjalan sukses.

Namun, bayi mungil itu tidak serta merta sembuh total. Transplantasi tulang sumsum itu memerlukan perawatan dan pengawasan tim dokter selama 10 tahun. Hubungan  LDR antara Niren dan Aditi ini pun tak terelakkan. Apapun akan dilakukan keduanya demi kesembuhan sang buah hati. Niren bersama Ishaan di Chandni Chowk, dan Aditi bersama Aisha di London.

Aisha berhasil sembuh dan tumbuh menjadi gadis remaja. Akan tetapi pengobatan yang dilakukannya selama masa kanak-kanaknya memberikan efek samping. Terdapat tumor di dalam paru-parunya, dan dokter memvonisnya tak lebih dari 3 tahun usianya.

Bagaimana kisah selanjutnya?

Simak sendiri film yang (mungkin) akan membuat penjual tissue berbahagia, tapi penontonnya bermata sembab.

~~o0o~~

The Sky Is Pink dibuat berdasarkan kisah nyata Aisha Chaudary. Dari sudut pandang Aisha, guliran kisah TSIP berjalan bolak-balik (flashback) dari masa sekarang, masa lalu, bahkan masa yang lebih lalu lagi, balik lagi ke masa kini. Agak memusingkan bagi penonton masala. Narasinya mengikuti guliran penceritaan Aisha melalui buku biografinya.

Meski di sana sini banyak kelucuan yang yang disajikan, sejatinya film melodrama ini bisa membuat penontonnya sedih. Khususnya bagi penonton yang telah berkeluarga. Perjuangan Niren dan Adity luar biasa keras dan beratnya. Tak hanya persoalan biaya, konflik yang terjadi pada keluarga Chaudary ini karena berbagai masalah lainnya. Sangat menarik dan mampu membuat penonton terhanyut.

Bapernya sih tak semewek Sanam Teri Kasam -- standar bapernya bollymania di Indonesia, TSIP mengemas kisahnya seceria mungkin. Kesedihan yang coba ditutupi dengan keceriaan dan kelucuan ini selaras dengan semangat hidup Aisha.

Jika kematian itu sesuatu yg pasti, kenapa kita harus mengkhawatirkan kematian itu? Mengapa kita tidak mencoba menikmati sisa hidup yg diberikan Tuhan, dan menjadikannya bermanfaat bagi manusia lain? - Aisha Chaudary.


Poin ini yang ingin disampaikan oleh Aisha, mampu diterjemahkan dengan baik oleh Shonali Bhose, sang sutradara. Sangat menginspirasi..πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ (uziek)

-------------
Sutradara : Shonali Bose
Producers : Ronnie Screwvala, Siddharth Roy Kapur, Kilian Kerwin, Priyanka Chopra Jonas, Madhu Chopra
Penulis : Shonali Bose, Juhi Chaturvedi, Nilesh Maniyar
Pemain : Priyanka Chopra JonasFarhan AkhtarZaira WasimRohit Suresh Saraf
Musik Songs : Pritam 

Score: Mikey McCleary
Cinematography : Kartik Vijay, Nick Cooke
Editor : Manas Mittal
Rumah Produksi : RSVP Movies, Roy Kapur Films
Beredar : 11 October 2019 (India)
Durasi : 143 menit
Budget : 30 crore
Genre : True Story 
Review oleh :  Uziek




*)
Review dari Bang Haresh Naraindas bisa disimak disini : Review


Next Post Previous Post
2 Comments
  • Unknown
    Unknown 16 Desember 2019 21.25

    Wah makin excited aja untuk nonton TSIP ini karena belum sempat nonton di layar lebar.

    • Uziek
      Uziek 17 Desember 2019 01.30

      Segera saja

Add Comment
comment url