REVIEW FILM INDIA: RAATCHASI (2019)


Raatchasi ini salah satu film bagus tentang pendidikan. Karena diproduksi di Kollywood, saingan Bollywood, yang berbasis di negara bagian Tamil Nadu, saya babar blas nggak kenal sama aktor-aktrisnya. Semua asing. Tapi, saya menikmati akting mereka. Natural, tidak sebombastis film eksyen Tamil yang biasanya berlebihan dan norak.

Saya sebut film pendidikan karena selain berkutat dalam ruang lingkup sekolah, film ini menyuguhkan kritik terhadap acakadutnya sistem pendidikan di India, sebagaimana yang terjadi di tanah air. 

Film ini bermula ketika Geetha Rani, seorang perempuan "kota", menjadi kepala sekolah di lembaga di pelosok desa. Guru yang tidak kompeten, gedung dan ruang kelas yang kumuh, korupsi anggaran, aturan yang nggak jelas, para murid yang sukar diatur, dan lingkungan yang amburadul, termasuk premanisme, adalah tantangan awal yang dia hadapi.

Tentu, dengan caranya yang khas, dia membenahi semuanya. Konflik internal dengan sesama guru, maupun dengan lembaga pendidikan swasta yang bonafid, hingga kepercayaan diri siswa yang hancur dan dia benahi, adalah intisari dari film ini. Termasuk, tentu saja konflik partai politik lokal melawan oposisi yang disentil dalam film yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Sy. Gowthamraj ini.

Geetha Rani, yang menjadi fokus film ini, memanfaatkan potensi yang ada, menggunakan peluang sekecil mungkin, dan menyelesaikannya dengan elegan. Semua demi para siswa.

Lalu, mengapa dia harus menangani sekolah bobrok ini? Apa yang menggerakkannya? Mengapa dia bisa mengalahkan beberapa preman yang mengepungnya? Ini di antara jawaban yang bakal kita temui di akhir film.

***

Sebagai penikmat sinema Bollywood yang terbiasa mendengar percakapan bahasa Hindi yang terlalu banyak huruf 'e', lantas menyaksikan dialog dalam bahasa Tamil yang lebih banyak huruf 'r' dan diucapkan dengan ritme yang cepat, rasanya agak gimana gitu. Akhirnya, nggak terbiasa dengan musik dan lagunya.

Tapi, inilah realitanya. Bollywood yang semakin kebarat-baratan, bersaing dengan sinema Kollywood yang masih menyisakan aktor kulit legam, perempuan anggun berkain sari, hilir mudik bajaj, dan kekumuhan di sana-sini. Dan, bagi saya, inilah daya tariknya.

Kembali ke Raatchasi. Bagi pegiat pendidikan, apalagi kepala sekolah, bisa meluangkan waktu 2 jam untuk film ini. Saya rekomendasikan, deh!

Salam, Namaste

-------

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url