15 TAHUN FILM KABHI ALVIDA NAA KEHNA (2006)

Tepat 15 tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 11 Agustus 2006 film Kabhi Alvida Naa Kehna (KANK) di rilis. Beberapa kali film ini tayang di TV Indonesia. Dibintangi oleh megastar Shah Rukh Khan, Rani Mukherjee, Preity Zinta, Abhisek Bachchan, Amitabh Bachchan, dan Kiron Kher. Ditangani oleh Karan Johar, film KANK sukses meraup Rs. 116 Crore atau setara Rp. 290 Milyar. Sungguh sebuah pendapatan yang sangat luar biasa di kala itu, mengingat budget filmnya hanya Rs. 50 Crore.
 

KANK sendiri bercerita tentang 2 orang yang sudah terikat dengan pernikahan, namun jatuh cinta dengan orang lain yang juga sudah memiliki pasangan. Yup, film ini tentang perselingkuhan. Filmnya sendiri kurang mendapat sambutan baik di India. Ini karena orang-orang India sangat memegang teguh soal pernikahan dan kesetiaan.Tapi film ini di luar India mendapat sambutan yang bagus dan mendapatan pendapatan yang cukup besar.

Tak hanya di India, di Indonesia pun demikian. Mungkin ini satu-satunya film SRK yang tidak disukai Bollymania di Indonesia. Padahal, menurut saya ;  story telling film KANK bagus. Akting pemainnya juga bagus, lagu-lagunya juga enak didengar. Saya kira tidak ada yg salah dengan filmnya. Jika sebagian besar Bollymania tidak suka dengan film ini, karena beberapa alasan berikut ini.

1. Cerita Tentang Perselingkuhan

Seseorang dikatakan selingkuh jika dia terlibat hubungan cinta dengan orang lain yang bukan pasangannya. Artinya, hanya orang yang sudah memiliki pasangan bisa melakukan perselingkuhan. Persis seperti yang dialami Dev (Shah Rukh Khan) dan Maya (Rani Mukherjee) dalam film KANK. Mereka berdua telah memiliki pasangan sah. Akan tetapi, karena sering curhat akhirnya mereka jatuh cinta. Proses jatuh cintanya ini pun tak mudah. Ada alasan-alasan lain yang terjadi di dalam rumah tangga keduanya yang memicu mereka untuk saling jatuh cinta.

Terlepas dari kisah film KANK, sebagian besar Bollymania yang tidak suka dengan film KANK ini adalah mereka yang masih lajang atau belum/pernah memiliki pasangan, alias Jomblo. Mereka tidak suka karena ceritanya tentang perselingkuhan. Padahal, jelas film KANK ini bercerita tentang orang yang memiliki pasangan. Bagaimana seorang jomblo bisa menilai secara objektif tentang kisah perselingkuhan seperti KANK? Membayangkannya saja mereka tak akan mampu. Bisa saya pastikan mereka sedang halu, sehingga tidak rasional, dan terjebak dalam mimpi indah dongeng-dongeng ala Cinderella.

Iya benar, anda tidak salah baca. Saya menganggap mereka sedang berhalusinasi. Boro-boro membayangkan perselingkuhan, seorang pasangan saja mereka masih berada pada tahap membayangkan (karena belum punya) dan masih mengatur strategi jitu untuk mendapatkannya. Ya, kan? 😜😝😝😝

Mengapa saya punya opini begini?

Banyak penonton yang pertama kali menonton film ini saat masih lajang. Rata-rata dari mereka bilang tidak suka, dan sebagian lagi bilang suka. Namun yang pasti sebagian besar berpendapat tidak mau atau tidak berani menonton film KANK lagi. Setelah sekian tahun berlalu, dan kondisi mereka telah memiliki pasangan, baru mereka memberanikan diri untuk menonton lagi film KANK dengan maksud untuk melihat dari perspektif lain (kondisinya saat ini). Dan rata-rata mereka akan mengubah pandangannya (setelah menontonnya lagi) dibandingkan dengan saat mereka masih lajang. Gak percaya? Coba saja.

2.  Kisah Film KANK Berakhir Happy Ending (Spoiler alert)

Saat resepsi pernikahan Rishi (Abhisek B), Rhea (Preity Zinta) bertemu dengan Maya (Rani M) dan bilang kalau dia sudah bercerai dengan Dev (SRK), serta bilang juga kalau hari itu Dev akan pindah ke Kanada. Maya yang baru tahu kalau Dev ternyata berbohong, langsung menyusul ke stasiun. Dev juga akhirnya tahu kalau Maya sudah bercerai dengan Rishi lalu melamar Maya. Happy Ending..!! Lalu mereka hidup bahagia berdua menikmati sisa hidupnya. Tamat.

Yup, begitulah endingnya. Kedua pasangan selingkuh itu akhirnya bersatu dan hidup bahagia. Sementara kehidupan 2 keluarga sebelumnya hancur berantakan. Hal ini yang membuat para Bollymania tidak menyukai endingnya. Pembuat film dituduh memihak terhadap pasangan selingkuh, dengan menghancurkan keluarga harmonis sebelumnya, dan membuat pelaku selingkuh hidup berbahagia.  😏😏😏 Sungguh sebuah tuduhan yang emosional dan tidak logis, bahkan tragis !!!.

Penonton lupa, bahwa ini adalah sebuah film, bukan kisah nyata. Suka-suka pembuat filmnya mau dibuat seperti apa 😆😆😆. Lagian, proses jadian antara Dev dan Maya juga tak mudah. Setelah mereka menyadari kesalahannya, mereka bercerai dengan pasangannya masing-masing - tanpa memberi tahu pasangan selingkuhannya. Bahkan Dev berbohong kepada Maya untuk menyembunyikan statusnya sebagai Duda. Jika pada akhirnya mereka bersatu kembali, itu juga karena informasi dari Rhea - mantan istri Dev, di acara pernikahan Rishi - mantan suami Maya. Sekali lagi, ini hanya sebuah film, bukan kisah nyata.

~o0o~

Penutup

Meskipun Kabhi Alvida Naa Kehna bercerita tentang perselingkuhan, akan tetapi kita bisa mengambil hikmah dari film ini, yaitu :

    1. Sebisa mungkin curhat masalah rumah tangga ke sesama jenis yang orangnya juga bijak dan dapat dipercaya.
    2. Don't be selfish (Jangan egois). 
    3. Kompromi atau saling mengerti dalam rumah tangga itu harus berjalan beriringan dengan cinta. Jadi, kalau salah satunya sedang down, yang lain akan menguatkan. Saling melengkapi satu sama lain.
    4. Selalu berkomunikasi dengan pasangan. 
    5. Berusaha menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, karena tidak ada manusia yang sempurna.

      Hikmah atau moral story bisa kita (penonton) ambil tidak hanya dari kisah nabi-nabi atau dongeng ala cinderella. Seorang preman yang insyaf justru karena telah melalui banyak kisah buruk dalam hidupnya sehingga pada akhirnya mereka bisa insyaf. Dan KANK adalah film drama romantis yang bisa kita ambil hikmahnya, bukan ditiru jalan ceritanya.


      Next Post Previous Post
      No Comment
      Add Comment
      comment url